Senin, 06 April 2026 - 19:00:12 WIB

Karhutlah di Bengkalis Meluas, Karoops Polda Riau dan TNI Tegaskan: Karhutla Harus Dihentikan, Pelaku Ditindak

BENGKALIS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Bengkalis kian mengkhawatirkan. Hingga Senin 6 April 2026, tim gabungan terus berjibaku memadamkan api yang telah melahap ratusan hektar lahan gambut dan merambah ke sejumlah desa.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis, titik awal kebakaran berasal dari Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan. Dalam waktu singkat, api menyebar ke tujuh desa di dua kecamatan.

Di Kecamatan Bengkalis, kebakaran menjalar ke Desa Palkun, Sekodi, Kelemantan, dan Kelemantan Barat. Sementara di Kecamatan Bantan, api meluas ke Desa Teluk Lancar, Kembung Luar, dan Kembung Baru.

Kondisi terparah saat ini terjadi di Desa Kembung Baru. Api diperkirakan telah membakar sekitar 70 hektar lahan dan mulai mendekati permukiman warga, memicu kekhawatiran akan dampak yang lebih luas.

Penanganan karhutla melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta instansi terkait lainnya. Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif, meski menghadapi kondisi medan sulit dan cuaca yang tidak bersahabat.

Kepala Biro Operasi Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, yang turun langsung meninjau lokasi di Jalan Akit Jaya, Desa Kembung Baru, menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak.

“Seluruh unsur hadir dengan konsep multihelix, baik dari Polri, TNI, maupun stakeholder lainnya untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal,” ujarnya di lokasi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terus bekerja keras di lapangan dalam upaya pengendalian kebakaran.

“Petugas di lapangan sudah bekerja luar biasa. Kita hadir untuk memberikan motivasi agar penanganan ini bisa segera membuahkan hasil,” tambahnya.

Selain fokus pada pemadaman, aparat juga menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Sepanjang tahun 2025, Polda Riau telah mengungkap 70 tersangka kasus karhutla.

Sementara pada awal 2026, sebanyak 17 tersangka telah diamankan. Tak hanya itu, lahan yang terbakar juga tidak diperbolehkan untuk ditanami kelapa sawit. Pemerintah berencana melakukan reboisasi sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, mengungkapkan bahwa dampak karhutla saat ini sudah sangat signifikan. Data sementara menunjukkan sekitar 100 hektar lahan gambut di Pulau Bengkalis telah terbakar.

“Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas. Saat ini tim masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan juga telah meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Sekodi menggunakan helikopter, didampingi sejumlah pejabat terkait.

Dengan kondisi kebakaran yang terus meluas dan mendekati permukiman, upaya terpadu lintas instansi diharapkan mampu segera mengendalikan api serta mencegah dampak lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan di Pulau Bengkalis. (AP)

Berita terkini

TNI AU Benarkan Anggotanya Terlibat Pemukulan di Ujunggenteng

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB
Soal Aksi 112

Kapolda Metro: Aman dan Damai, Suatu Kebanggaan

Sabtu, 11 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gambar Palu Arit di Sekitar Masjid, Begini Ceritanya

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kasus Pembakar 2 Unit Kapal, Kasi pidum Lupa Nama Terdakwa

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Banjir Sampang Meluas, Genangan Air Kian Tinggi

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bacakan Pleidoi, Irman Gusman Sedih Atas Tuntutan JPU

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Awal Tahun, Inapektorat Terima 4 Pemohonan Cerai

Rabu, 08 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Guru Les Ditemukan tak Bernyawa di Kamar Kos Depok

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Satu Unit Rumah di Jalan Dahlia Pekanbaru Terbakar

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Prabowo Ingin Penyadapan SBY Digulirkan di DPR

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Polisi Selidiki Pembuat dan Penyebar Hoax KTP Ganda

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Bom Pipa di Kuningan Mengandung Unsur Belerang dan Potasium

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+