KTH Siarang Arang Lestari Rohil Diberi Pelatihan Pengolahan Gaplek Ubi Kayu
Kelompok Tani Hutan (KTH) Siarang Arang Lestari di Kabupaten Rokan Hilir mengikuti pelatihan pengolahan gaplek dari ubi kayu
ROKAN HILIR -- Kelompok Tani Hutan (KTH) Siarang Arang Lestari di Kabupaten Rokan Hilir mengikuti pelatihan pengolahan gaplek dari ubi kayu sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil panen ubi kayu dari Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Pertanian. Kegiatan ini berlangsung di Desa Siarang Arang pada Senin 23 Februari 2026.
KTH Siarang Arang Lestari secara resmi mengantongi SK Kementerian pada tahun 2023 untuk mengelola kawasan hutan melalui skema Perhutanan Sosial seluas 617 hektare. Dari total luasan tersebut, sekitar 6 hektare dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang ditanami ubi kayu.
Sebanyak 35 peserta mendapatkan pemahaman dari dua narasumber sekaligus calon offtaker yang nantinya akan membeli hasil produksi gaplek dari KTH Siarang Arang, yaitu Jeni Wianto dan Bahroini. Keduanya menyampaikan materi mengenai pengenalan varietas ubi kayu, pengolahan gaplek sesuai standar permintaan pasar, standar pengemasan, serta peluang pasar. Peserta juga melakukan praktik pemotongan ubi kayu menggunakan teknologi mesin pemotong berkapasitas besar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina yang dilaksanakan melalui Pertamina Foundation bersama Yayasan Gambut sebagai mitra pelaksana.
Zamharir, yang merupakan Manajer Program Yayasan Gambut, menjelaskan bahwa acara ini berasal dari penemuan potensi dan diskusi dengan KTH Siarang Arang. KUPS Pertanian memiliki potensi ubi kayu yang selama ini dipasarkan dalam keadaan segar dengan harga yang cukup rendah.
“Pelatihan membuat gaplek ini bukan hanya tentang mengeringkan ubi, tetapi juga merupakan usaha untuk menaikkan nilai jual setelah diolah menjadi produk setengah jadi,” jelasnya.
Zamharir juga menekankan bahwa Yayasan Gambut berkomitmen mendukung KTH Siarang Arang untuk mengelola Perhutanan Sosial secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian hutan dan area gambut dapat berjalan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Ketua KTH Siarang Arang Lestari, Yunadi, mengajak semua anggota untuk ikut serta dalam pelatihan dengan serius dari awal hingga akhir.
“Pelatihan ini bukan sekadar aktifitas biasa, tetapi dengan mengolah ubi menjadi gaplek, kita bisa meningkatkan pendapatan kelompok,” tuturnya.
Indrayani, perwakilan Pemerintah Desa Siarang Arang, menyambut baik kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan memberikan tambahan ilmu dan wawasan bagi KTH Siarang Arang dalam mengelola hasil panen ubi kayu.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal bagi kelompok untuk meningkatkan penjualan hasil panen ubi di pasar,” ucapnya.**










































