Sabtu, 20 Desember 2025 - 07:58:50 WIB

Oleh : Abdul  Wahid*

Bencana Alam Bukti Kiamat Itu Pasti

H Abdul Wahid

MUSIBAH bencana alam yang melanda bukanlah peristiwa alam biasa, semua bagian dari estapet peredaran alam semesta, dan peringatan bagi manusia sebagai khalifah dimuka bumi bahwa akan tiba masanya alam semesta akan hancur lebur saat itulah kiamat tiba.

Ya, dalam keyakinan Islam, bencana alam seperti gempa bumi sering dianggap sebagai tanda atau gambaran kecil dari Hari Kiamat, yang menunjukkan kedekatan kiamat besar dan sebagai pengingat untuk bertaubat dan mempersiapkan diri akan akhirat, karena Al-Qur'an dan Hadis menjelaskan Kiamat itu pasti datang dan kehancuran bumi akan terjadi.

Bencana alam bukan hanya fenomena alam biasa, melainkan juga bukti kekuasaan Allah dan tanda yang mengingatkan bahwa Hari Kiamat itu pasti akan datang, seperti yang ditegaskan dalam Al-Qur'an dan Hadis.

Dalil Al-Qur'an dan Hadis:

Firman Allah SWT dalam Al Quran Surat Al-Hajj ayat 7 menyatakan, "Sesungguhnya Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur".

Dalam Hadis Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak akan tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi" (HR. Bukhari).

Suatu ketika, ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah tentang kapan hari kiamat itu aka datang. Maka Rasulullah justru balik bertanya kepadanya, “Apa bekalmu untuk menghadapinya?” beruntung sahabat ini ternyata memiliki bekal yang luar biasa berupa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka Rasulullah memberinya kabar gembira, bila ia akan bersama dengan orang yamg ia cintai.

Seorang muslim yang cerdas, akan berusaha mengingat kematian, dan mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Rasulullah bersabda:

Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk menghadapi kematian itu sebelum turun kepada mereka; mereka itulah yang termasuk mukmin yang paling cerdas” (Riwayat Ibn Majah, Hakim, Baihaqi, dan Thabrani)

Saat bencana alam terjadi akan ada dua kelompok besar manusia dalam menyikapinya, kelompok pertama adalah orang-orang beriman, dan sebaliknya kelompok kedua orang-orang munafik.

Orang beriman menyikapi Bencana Alam

Secara bahasa “iman” berarti pembenaran hati, kemantaban hati atau percaya, sedangkan secara syari’at “iman” berarti mengetahui Allah dan sifat-sifatnya disertai dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua yang dilarang-Nya. Didalam Al-Qur’an, Allah telah menjelaskan pengertian orang yang beriman seperti dalam surat Al-Baqoroh ayat 3 yang Artinya: (orang yang beriman adalah) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka” (Q.S. Al-Baqoroh :2).

Sedangkan pengertian iman menurut hadits Rasulullah Saw adalah sebagai berikut: “Dari Ibnu Hajar Radhiyallahu ‘Anhu beliau berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Iman adalah Pengetahuan hati, pengucapan lisan dan pengamalan dengan anggota badan” (H.R. Ibnu Majah dan At-Tabrani).

Orang beriman (mukmin) adalah seseorang yang memiliki keyakinan penuh dan tanpa ragu kepada Tuhan, mencerminkan keimanan tersebut dalam ibadah yang benar, akhlak mulia, dan perbuatan baik, serta selalu merasa takut kepada-Nya, khusyuk dalam salat, menjauhi kebatilan, dan meneladani ajaran-Nya untuk mencari keridhaan Allah.

Dalam menyikapi bencana Alam orang beriman menghadapi bencana dengan sabar, tawakal, introspeksi, dan doa, melihatnya sebagai ujian untuk menghapus dosa dan meningkatkan iman, serta menolong sesama.

Orang Munafik Menyikapi Bencana Alam

Pengertian Munafik adalah terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama Islam, tetapi sebenarnya hati mereka memungkirinya. Sedangkan dalam bahasa Arab, pengertian munafik artinya orang yang berpura-pura.

Sementara itu, mengacu kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian munafik ialah upaya berpura-pura percaya atau setia dan sebagainya kepada agama dan lainya. Akan tetapi, sebenarnya dalam hatinya tidak. Mereka selalu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya serta bermuka dua.

Sifat orang bermuka dua ini ditulis dalam firman Allah Surat Al-Baqarah ayat 14 yang artinya:

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman mereka berkata: “ Kami telah beriman”. Tetapi apabila mereka berjumpa kembali dengan setan-setan mereka berkata: “Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok.”

Sementara itu dalam hadis Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tanda orang munafik itu ada tiga, apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji ingkar, dan jika dipercaya mengkhianati.” (HR Bukhari, Kitab Iman Bab Tanda-tanda orang munafik, No. 33 dan Muslim, Kitam Iman Bab Penjealsan Sifat-sifat orang munafik no. 59).

Sikap orang munafik akan merasa terkejut, mengeluh, menyalahkan orang lain, bahkan membanggakan diri karena tidak ikut berperang (dalam konteks peperangan) atau mencari keuntungan duniawi saat musibah, tidak memiliki ketenangan batin dan keyakinan yang kuat.

Bencana Alam sudah sering terjadi, walau kejadian-kejadian itu sudah menunjukan betapa lemah dan rapuhnya alam semesta, namun dua kelompok ini akan terus ada sampai datang hari kiamat nanti. Apa yang terjadi makin meningkat keimanan bagi orang beriman, akan tetapi tidak merubah sikap bagi orang munafik.

Renungkanlah sejenak posisi kita berada dikelompok yang mana??

*Penulis Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan

Berita terkini

Oleh : Abdul Wahid*

KOMPETISI

Minggu, 04 Juni 2023 - 17:40:58 WIB
Oleh : Abdul Wahid

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Minggu, 30 April 2023 - 12:30:10 WIB
Oleh : Abdul Wahid

SYAWAL Meningkat atau Menurun

Kamis, 20 April 2023 - 10:15:06 WIB
Oleh: Abdul Wahid*

LAILATUL QADAR

Senin, 17 April 2023 - 07:00:33 WIB
Oleh: Abdul Wahid

Tarawih

Sabtu, 01 April 2023 - 23:30:15 WIB
Oleh : H Abdul Kudus Zaini

Mata Adalah Pelopor Syahwat

Rabu, 29 Maret 2023 - 10:41:22 WIB
Catatan H. Abdul Wahid M. IKom

Maroko di Pusaran Bola Dunia

Senin, 12 Desember 2022 - 07:50:12 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+