Selasa, 18 November 2025 - 06:10:10 WIB

Apresiasi APMI, Rektor Unilak Dorong Generasi Muda Jadi Penerus Industri Sawit Indonesia

PEKANBARU (RiauPunya.com) -- Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak), Prof Dr Junaidi, mendorong generasi muda untuk menjadi penerus dalam memajukan industri sawit di Indonesia.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Story Sawit Kreator Academy yang mengusung tema “Dari Kebun Sawit Kita Berkarya untuk Dunia, Kita Bicara”, di Gedung Pustaka Unilak, Senin 17 November 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun narasi positif terkait industri kelapa sawit yang selama ini kerap mendapat sorotan global. cara ini melibatkan Asosiasi Planter Muda Indonesia (APMI), organisasi mahasiswa penerima beasiswa sawit yang baru saja membentuk kepengurusan di Provinsi Riau. Seluruh anggota APMI dibekali pengetahuan dan pemahaman tentang industri sawit.

“Ini adalah anak-anak muda yang dididik dengan ilmu sawit. Harapannya, mereka kelak dapat memajukan industri ini. Jika generasi muda tidak dipersiapkan, bukan tidak mungkin sawit bisa terancam hilang, padahal potensi sawit di Riau dan Indonesia sangat besar,” ujar Junaidi.

Terkait iinformasi miring seputar kelapa sawit, Junaidi menegaskan bahwa hal tersebut sering terkait persaingan dagang internasional, terutama dengan negara-negara Eropa dan Amerika yang melakukan kampanye negatif dengan dalih kerusakan lingkungan.

“Kita punya produk, mereka punya produk. Ketika produk kita banyak masuk ke pasar mereka, tentu produk mereka tidak laku. Sesederhana itu,” tegasnya.

Menurut Prof Junaidi, Indonesia perlu aktif melakukan kampanye positif tentang sawit. Jika dikelola dengan benar, ditanam dengan teknik baik, dan menerapkan prinsip keberlanjutan, sawit tetap bisa menjadi komoditas ramah lingkungan.

Ia juga menyoroti tantangan baru, yakni menurunnya minat generasi muda, terutama Gen Z, terhadap sektor perkebunan. Melalui pelatihan dan pendidikan seperti yang dilakukan APMI dan Story Sawit Kreator Academy, ia berharap minat tersebut dapat tumbuh kembali.

Dalam kesempatan itu, Prof. Junaidi juga mengungkapkan apresiasinya terhadap Asosiasi Petani Muda Indonesia (APMI) yang dianggap sangat strategis dalam memperkuat gerakan positif tentang sawit di kalangan anak muda.

"APMI sangat strategis dan saya bangga dengan cara mereka mengelola organisasi ini," jelasnya.

“Anak muda semakin berkurang minatnya terhadap perkebunan sawit. Dengan pendidikan dan pelatihan, mereka diharapkan menjadi penerus industri ini,” ujarnya.

Proif Junaidi menambahkan, banyak inovasi teknologi di bidang perkebunan lahir dari tangan-tangan anak muda, membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam masa depan industri kelapa sawit.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada APMI, yang dinilai strategis dalam memperkuat gerakan positif tentang sawit di kalangan anak muda.

“Kebun sawit adalah warisan yang perlu dirawat sekaligus dikembangkan oleh generasi muda agar terus memberi manfaat bagi masyarakat. Dari rasa syukur itu, harus lahir tanggung jawab untuk memperjuangkan sawit,” pungkas Junaidi.*

Di kesempatan itu juga dilakukan MoU dan MoA antara APMI dengan Rektor Unilak dan Dekan Fakultas Pertanian Dr Amalia. Kegiatan selama dua hari ini, peserta juga turut mengunjungi pekerbunan kelapa sawit yang ada di Riau, kemudian lomba video kreatif bertema sawit berhadiah jutaan rupiah, serta mengundang influencer. Turut hadir Apkasindo, Gapki, serta lima perguruan tinggi di Riau. (yok)

Berita terkini

Ini Nasehat dan Motivasi UAH Untuk Mahasiswa Baru Umri

Rabu, 18 September 2024 - 20:15:46 WIB

Umri Gelar PKKMB dan MASTA bagi 2.550 Mahasiswa Baru

Selasa, 17 September 2024 - 15:05:01 WIB

Ika Alumni Arsitektur Unilak Serahkan Beasiswa Kepada Mahasiswa

Selasa, 03 September 2024 - 16:55:12 WIB

Perkuat Kerjasama Internasional UMRI Kunjungi MCUT Taiwan

Selasa, 27 Agustus 2024 - 07:05:31 WIB

Pemkab Siak Sambut Hangat Kedatangan Peserta Incolwis 2024 

Minggu, 11 Agustus 2024 - 09:00:14 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+