Penampilan Kontingan Kemenag Pelalawan di Pembukaan OMI 2025 Menarik Perhatian
Defile kontingen OMI Pelalawan saat pembukaan OMI 2025 Provinsi Riau di MAN 3 Pekanbaru, Rabu 1 Oktober 2025.
PEKANBARU (RiauPunya.com) -- Pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) yang dipusatkan di MAN 3 Pekanbaru berlangsung meriah, dan penuh warna, Rabu 1 Oktober 2025.
Tidak hanya menampilkan pembawa acara dengan empat bahasa, Jepang, Inggris, Arab dan Indonesia, berbagai kreasi dari siswa siswi MAN 3, juga mampu menarik para kontingen OMI dari 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Pun pada sesi defile kontingen masing-masing daerah, juga sangat menarik dan mendapat aplus dari tamu undangan maupun peserta OMI 2025.
Seperti defile kontingen Kabupaten Pelalawan, dengan memakai Tanjak Bono khas Pelalawan melambangkan semangat yang menggelora, dan batik daerah asli Seikijang menjadi spirit membawa marwah Pelalawan untuk bisa menjadi juara.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan H Safwan melalui Kasi Pendis H Abdul Wahid mengatakan, pada OMI 2025 ini kontingen Kabupaten Pelalawan berjumlah 80 orang yang terdiri dari 33 orang peserta, 25 orang pendamping, dan 22 orang unsur komite.
"Kita bertekad untuk menjadi yang terdepan dan teratas dalam berinovasi sains, peserta dari kita diharapkan bisa menjadi juara dan bisa menjadi wakil Provinsi Riau ditingkat nasional yang akan dilaksanakan di Banten pada November mendatang," sebutnya.
Pelaksanaan OMI 2025 tingkat Provinsi Riau ini secara resmi oleh Gubernur Riau diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur.
Dalam sambutanya membacakan pidato Gubernur, Zulkifli menyampaikan bahwa madrasah tidak hanya menekankan aspek religius dan spiritual, tetapi juga berperan penting dalam melahirkan generasi cerdas, berdaya saing, dan berkarakter.
"Kegiatan ini dapat menjadi sarana yang strategis untuk mengembangkan potensi siswa madrasah agar mampu berprestasi dan menjadi duta madrasah,"ungkapnya.
Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Madrasyah Kanwil Kemenag Riau, Jisman mewakili Kepala Kanwil Kemenag Riau dalam laporannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan OMI menekankan pentingnya integritas dan kejujuran dalam berkompetisi, sehingga madrasah dapat semakin dikenal di kancah global.
"OMI 2025 adalah ajang baru yang diselenggarakan Kementerian Agama menggantikan Kompetisi Sains Madrasah (KSM). OMI menggabungkan kompetisi sains, riset, dan pengembangan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. Tujuan OMI 2025 adalah mengembangkan potensi, minat, dan bakat siswa madrasah, membentuk generasi cerdas, berprestasi, dan berakhlak mulia serta menumbuhkan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa, mengintegrasikan sains, teknologi, dan budaya lokal,"jelasnya.
OMI Tingkat Provinsi Riau digelar dua hari pada 2-3 Oktober 2025 di dua lokasi, yakni MTsN 1 Pekanbaru dan Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, diikuti sebanyak 396 yang terdiri dari madrasah ibtidaiah (MI)/SD, madrasah tsanawiah (MTs)/SMP dan Madrasah Aliyah (MA)/SMA. OMI 2025 mengangkat tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju yang Berdaya Saing Global”. (NR)











































