Rabu, 27 Agustus 2025 - 21:15:11 WIB

Prof Harris Arthur Sebut Program Sekolah Rakyat Putus Mata Rantai Kemiskinan

Prof Dr Harris Arthur Hedar SH MH.

JAKARTA (Riaupunya.com) -- Guru Besar Universitas Negeri Makassar, Prof Dr Harris Arthur Hedar, SH, MH, memberikan pujian kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah secara nyata mendirikan sekolah rakyat di berbagai tempat di Indonesia.

Menurut Wakil Rektor Universitas Jayabaya Jakarta, program ini dibuat untuk mengatasi masalah kemiskinan yang sangat parah dan angka putus sekolah dengan cara yang menyeluruh. Karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat.

“Pendekatan yang holistik itu memiliki tujuan inti, yaitu memutus rantai kemiskinan antar generasi melalui pendidikan. Karena keluarga miskin dengan anak putus sekolah, sangat mungkin akan menghasilkan generasi miskin berikutnya. Disinilah nilai strategis dari program ini,” tukasnya, Rabu 27 Agustus 2025.

Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengatakan bahwa pendidikan di model asrama untuk anak-anak miskin dan yang putus sekolah tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup mereka. Ini karena model asrama menyediakan tempat tinggal dan makanan yang baik.

"Pendidikan di model asrama tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membentuk karakter anak-anak, sehingga mereka menjadi lebih sehat, terampil, dan mampu bersaing,"sebutnya.

Oleh karena itu ia berharap, bangsa ini memandang dengan jernih dan obyektif, bahwa apa yang dicanangkan dan diwujudkan Presiden Prabowo bermuara kepada satu tujuan, yaitu membangun ketahanan nasional. Dan itu modal utama untuk Indonesia bangkit.

“Salah satu ketahanan nasional kan kualitas sumber daya manusia. Ini yang dicapai melalui pendirian sekolah rakyat dan program makan bergizi gratis bagi siswa dan ibu hamil. Selain ketahanan energi dan pangan serta pertanahan keamanan yang menjadi concern presiden,” urai Wakil Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI).

Dirinya yakin, jika program ini terus berjalan dan berkembang sampai ke Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), maka peta jalan Indonesia maju semakin optimis akan dapat dicapai. (*)

Berita terkini

Besok, 28.826 Siswa SMK di Riau Jalani USBN

Minggu, 10 Maret 2019 - 15:30:43 WIB

Sejumlah Perlombaan Meriahkan Perkemahan di Kampus Unri

Kamis, 07 Maret 2019 - 16:00:09 WIB

56 Mahasiswa UIR Ikuti Seleksi ON MIPA 2019

Sabtu, 02 Maret 2019 - 15:55:04 WIB

Unri Komitmen dalam Wujudkan Pelayanan Lebih Baik

Jumat, 01 Maret 2019 - 18:28:14 WIB

Tahun ini 74 Dosen UIR Raih Hibah Dikti

Jumat, 01 Maret 2019 - 05:35:06 WIB

Tempo Dua Hari, Unilak MoU dengan 2 Lembaga Profesi

Kamis, 28 Februari 2019 - 12:45:04 WIB

UIN Suska Riau Lepas 757 Wisudwan

Rabu, 27 Februari 2019 - 16:20:38 WIB

Ini Pesan Rektor Untuk Wisudwan Unri

Rabu, 27 Februari 2019 - 15:30:10 WIB

Fakultas Hukum Unilak MoA dengan KPPU Republik Indonesia

Selasa, 26 Februari 2019 - 14:40:03 WIB

Besok Gladi Resik, Seluruh Wisudwan Unri Diharapkan Hadir

Senin, 25 Februari 2019 - 18:05:45 WIB

Cegah Perilaku Tidak Baik Sejak Anak Usia Dini

Senin, 25 Februari 2019 - 13:10:42 WIB

Komitmen Sebagai Landasan Peningkatan Reputasi Universitas

Jumat, 22 Februari 2019 - 07:45:26 WIB

Unri Bekali Lulusan dengan Sertifikat Kompetensi

Kamis, 21 Februari 2019 - 14:55:03 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+