Selasa, 22 Juli 2025 - 10:43:44 WIB

Terkait Dengan Penolakan Perluasan Pemakaman Tionghoa, Rubi Handoko: Tidak Ada Rencana Perluasan

Rubi Handoko

BENGKALIS (Riaupunya.com) -- Menjawab isu penolakan warga tentang perluasan pemakaman Tionghoa, Ketua Yayasan Sosial Masyarakat Tionghoa (YSMT) Bengkalis, Rubi Handoko alias Akok, menegaskan bahwa saat ini tidak ada rencana untuk memperluas lahan pemakaman Tionghoa di Jalan Gatot Subroto, Gang Sederhana, Kelurahan Rimbasekampung, Kecamatan Bengkalis, Provinsi Riau.

Hal itu ditegaskan Akok saat menjawab media ini, Selasa 22 Juli 2025, menurutnya, meskipun pihak yayasan menerima hibah tanah dari warga, Dia menekankan bahwa lahan yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan hingga 60 tahun ke depan.

“Kita memang menerima hibah tanah dari warga, namun belum ada rencana untuk memperluas area tersebut. Lahan yang ada saat ini masih cukup hingga enam dekade ke depan,” ujarnya, di Bengkalis.

Pernyataan ini sekaligus merespons penolakan tegas dari masyarakat Kelurahan Rimbasekampung terkait dugaan rencana perluasan pemakaman tersebut. Aspirasi warga disampaikan dalam rapat yang digelar di Masjid Dharul Wustho, Kampung Tengah, pada Ahad 20 Juli 2025.

Rapat tersebut dihadiri oleh warga dari RT 01, RT 02, RT 03, Ketua RW 03 dan RW 04, serta sejumlah tokoh masyarakat. Dalam pertemuan itu, warga menyepakati penolakan terhadap rencana perluasan dan merumuskannya dalam berita acara berisi tujuh poin keberatan.

Salah satu poin utama menyebutkan permintaan agar yayasan mempertimbangkan lokasi alternatif di luar kawasan padat penduduk. Warga menilai lokasi saat ini terlalu dekat dengan permukiman, masjid, dan area yang direncanakan untuk pembangunan pondok pesantren.

“Kami tidak menolak niat baik yayasan. Namun, lokasi ini tidak tepat. Kami ingin lingkungan tetap nyaman dan akses masyarakat tidak terganggu,” ujar Ketua RW 03, H. Eli Yohanes.

Senada, Ketua RT 02, Ikes, menyampaikan bahwa akses jalan semenisasi yang kemungkinan terdampak merupakan jalur vital bagi warga dalam beraktivitas sehari-hari.

“Ini bukan hanya soal lokasi pemakaman, tetapi juga menyangkut kenyamanan, keselamatan, dan keberlangsungan hidup warga,” tegasnya.

Warga berharap seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan pihak yayasan, dapat mempertimbangkan secara bijak agar tidak menimbulkan ketegangan sosial di lingkungan tersebut. (AP)

Berita terkini

Pemasukan Pajak Air Permukaan Minim, Dewan Duga Ada Permainan

Kamis, 14 September 2017 - 00:00:00 WIB

Pastikan Harimau Jawa Belum Punah, Balai TNUK Kirim Tim

Rabu, 13 September 2017 - 00:00:00 WIB

Gubernur Riau dan Bupati Kampar Resmikan Empat Puskesmas

Rabu, 13 September 2017 - 00:00:00 WIB
Kunjungi PWI Pekanbaru

Ini yang Dilakukan BNN Pekambaru

Rabu, 13 September 2017 - 00:00:00 WIB

Sidak Elpiji 3 Kg, Disperindag Buru Pemasok Gas Kepada Pengecer

Senin, 11 September 2017 - 00:00:00 WIB

Penduduk Baru Dumai Bertambah 6 Ribu Jiwa

Senin, 11 September 2017 - 00:00:00 WIB

Danrem 031 WB akan Pulang kampung ke Kaiti Rokan Hulu

Jumat, 08 September 2017 - 00:00:00 WIB

Pemkab Kampar Konsultasi Program Pemberantasan Narkoba ke BNN

Kamis, 07 September 2017 - 00:00:00 WIB

Sekda Inhil Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Teluk Pinang - Gaung

Kamis, 07 September 2017 - 00:00:00 WIB

Gas Melon Langka, Disperindag Pekanbaru Lakukan Operasi Pasar

Kamis, 07 September 2017 - 00:00:00 WIB

Rasionalisasi Usulan Kegiatan RAPBD-P 2017

Rabu, 06 September 2017 - 00:00:00 WIB

Riau Inflasi 0,24 Persen pada Agustus 2017, ini Penyebabnya

Senin, 04 September 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+