Rabu, 09 Juli 2025 - 11:55:07 WIB

Waspadai Distorsi Sejarah Baru

JAKARTA (Riaupunya.com) -- Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Sejarah (FKMPS) memberikan penghargaan besar kepada Pemerintah yang dipimpin oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk berbagai langkah strategis yang diambil.

Menurut rilis yang diterima Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), FKMPS mengungkapkan bahwa beberapa terobosan penting telah memberikan harapan baru bagi bangsa. Ini mencakup usaha untuk memberantas korupsi dan menyita aset dari kejahatan, termasuk 3 juta hektar kebun sawit ilegal. Selain itu, ada juga program Makan Bergizi Gratis (MBG), penghapusan utang untuk UMKM, dan pendirian Koperasi Desa Merah Putih dengan dukungan anggaran yang cukup.

FKMPS juga melihat rencana Kementerian Kebudayaan RI untuk menulis ulang sejarah Indonesia sebagai langkah besar yang harus didukung oleh semua elemen masyarakat. Ini adalah momen penting untuk membuat cerita sejarah nasional yang lebih fokus pada Indonesia dan membentuk karakter bangsa.

FKMPS, yang berdiri sejak 4 Desember 2019, adalah forum independen yang fokus pada penelitian sejarah agar generasi mendatang mengenal sejarah Indonesia secara otentik, bukan sejarah yang ditulis dari perspektif asing atau berdasarkan kepentingan kelompok tertentu. FKMPS mendukung sepenuhnya agenda penulisan ulang sejarah yang membebaskan narasi bangsa dari glorifikasi terhadap kekuatan luar dan memusatkan pada nilai, peran, serta perjuangan rakyat Indonesia sendiri.

Namun demikian, FKMPS mengingatkan pemerintah agar tidak tergesa-gesa dalam proses penulisan ulang ini. Penulisan sejarah memerlukan pendekatan yang hati-hati, jujur, dan komprehensif. Proses yang terburu-buru sangat berisiko menghasilkan distorsi baru dan bahkan memicu perpecahan.

“Sejarah tidak boleh ditulis dengan tergesa-gesa. Ia harus ditulis dengan integritas, disusun oleh mereka yang memahami makna bangsa, dan mampu melihat dengan mata hati serta kebijaksanaan,” ujar Laksamana (Purn.) Tedjo Edhie Pudjiatno, Ketua Dewan Penasehat FKMPS.

FKMPS menegaskan bahwa penulisan ulang sejarah harus dilengkapi dengan tim yang terpercaya dan objektif, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi publik, terutama para peneliti dan tokoh dari berbagai kalangan yang memiliki kredibilitas akademik dan komitmen kebangsaan. Jangan sampai semangat meluruskan sejarah justru melahirkan distorsi baru yang lebih berbahaya.

"Penulisan sejarah adalah penulisan arah masa depan bangsa, kita pastikan generasimendatang mewarisi kebenaran, mewarisi sejarah yang ditulis dengan jujur dan berorientasi pada pembangunan karakter bangsa" ujar DR (HC) Heppy Trenggono, ketua dewan Pembina FKMPS.

Tokoh-tokoh yang tergabung dalam FKMPS antara lain Laksamana (Purn.) Tedjo Edhie Pudjiatno, Batara Hutagalung, DR (HC) Heppy Trenggono, Prof. Taufik Abdullah, Prof. Makarim Wibisono, DR. Rudi Gunawan, Prof. Yuddy Chrisnandi, DR. Mufti Mubarok, Prof Lily Wasitova, Bambang Wiwoho, Laksda (Purn.) Surya Wiranto, serta banyak tokoh bangsa lainnya.

FKMPS menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan proses penulisan ulang sejarah ini berjalan dengan integritas, kecermatan, dan keberpihakan total kepada kepentingan bangsa Indonesia.*

Berita terkini

SMSI Ajukan RPJPN Media 2025-2045 Ke-Dewan Pers

Rabu, 12 April 2023 - 22:25:08 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+