Cerpen Abdul Wahid
AKHIR PEKAN
“KAMUmasuk jam berapa kuliahnya” tanya Sanu sambil melirih Della yang berjalan disampingnya
“Masih lama, nti jam sembilan, “ jawab Della tanpa menoleh ke Sanu.
“Berarti Aku duluan masuknya, waduh tinggal lima menit lagi ni” ujar Sanu sambil melihat jam tangan bututnya.
“Aku duluan ya nanti telat lagi, da….” Sanu berlari kecil menuju ruang kelasnya
Sanu dan Della mereka mahasiswa perguruan tinggi yang sama, namun fakultas dan tingkatnya berbeda. Sanu sudah tahun ketiga di fakultas sosial jurusan komunikasi, sedangkan Ayu baru tahun kedua fakultas Pendidikan dan Keguruan jurusan matematika.
Sudah setahun mereka jalan bareng menyusuri jalan dari tempat kos ke kampus, walau berasal dari daerah dan suku yang berbeda, namun itu tidak menghalangi mereka untuk mejalin asmara.
“Ngapain lari-lari Sanu, “ tegur Dasa teman satu kelasnya
“Hey sudah mau telat ni, Bu Ani judeskan,” sergah Sanu
“Walah… kasihan, begini ni kalau ga aktif di WAG kelas, Bu Ani telat tiga puluh menit masuknya, makanya jangan pacaran terus,” ujar Dasa sambil ketawa
Setelah sholat jumat di masjid kampus, sanu mengajak Della makan siang di kantin Mbak Ratmi
“ Habis makan Aku pulang kampung ya, tadi sudah pesan mobil travel,“ Sanu membuka pembicaraan sambil menikmati makannya
“Terus pulangnya kapan?” guman Della manja
“Senin sore, kan ga ada kuliah lagi hari senin, “
“Aih… lamanya…!” ujar Della dengan muka cemberut
Setiap pekan awal bulan Sanu pulang kampungnya, yang berjarak empat jam perjalanan darat dari kampusnya. Untuk membantu orang tuanya panen hasil kebun dan menjualnya ke pasar.
“Kamu ga kemana-mana kan?” tanya Sanu sembari menatap Dellah
“Yeee.. mau tau aja.”
“Okelah…”
mobil travel berlahan meninggalkan Kota tempat Sanu kuliah, tapi perjalanan pulangnya kali ini terasa berat, karena meninggalkan Della yang tidak rela melepasnya pergi…
Rupanya semua itu menjadi pertanda, Sanu pergi dan tidak kembali lagi ke kampusnya.. karena mobil travel yang ditumpangi mengalami kecelakaan, Sanu yang duduk dikursi sebelah sopir luka parah dan tidak tertolong nyawanya.
Della mengusap air mata, kenangan tiga tahun lalu terbayang lagi di pelupuk matanya, ya… setiap pekan awal bulan kenangan itu terus menghantui…
Dibukanya lagi pesan terakhir yang dikirim Sanu via WA..
Selamat Berakhir Pekan…
Jaga Kesehatan….
Jangan Nakal…..
Pekanbaru, 20 Juni 2025































