Selasa, 10 Juni 2025 - 17:35:48 WIB

Demi Ketahanan Listrik Bengkalis, Iyeth Bustami Dorong Percepatan Kabel Laut

BENGKALIS (Riaupunya.com) — Anggota Komisi XII DPR RI, Iyeth Bustami, menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur jaringan listrik bawah laut sebagai solusi untuk mengatasi krisis listrik yang melanda Pulau Bengkalis. Tujuan dari ini adalah untuk memastikan Pulau Bengkalis memiliki kualitas kelistrikan yang sebanding dengan yang ada di Pulau Sumatera.

“Kami mendorong percepatan pembangunan jaringan listrik PLN bawah laut dari Pulau Sumatera ke Pulau Bengkalis. Saat ini Bengkalis masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang tidak mampu menopang kebutuhan listrik secara optimal,” ujar Iyeth Bustami usai meninjau pembangunan Gardu Induk di Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu, Selasa 10 Juni 2025 sore.

Politisi PKB dari Dapil Riau 1 ini menyoroti sejumlah kelemahan PLTD, antara lain kapasitas yang terbatas serta dampak polusi udara dan suara yang signifikan. “PLTD juga tidak sejalan dengan target Net Zero Emission yang dicanangkan pemerintah,” ujarnya.

Iyeth menambahkan, penggunaan PLTD sangat bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, dengan kebutuhan sekitar 35 juta liter per tahun.

“Ini membebani anggaran sangat besar dibandingkan dengan opsi interkoneksi jaringan listrik bawah laut,” tegasnya.

Ia juga menyoroti seringnya terjadi pemadaman bergilir di Bengkalis akibat keterbatasan daya. Saat ini kebutuhan listrik mencapai 28 MW, sedangkan kapasitas PLTD hanya sekitar 27 MW.

“Untuk menghindari pemadaman bergilir, PLN perlu segera mempercepat pembangunan kabel laut. Proyek ini harus menjadi prioritas strategis dan ditargetkan selesai sebelum 2027,” tegasnya.

Selain percepatan kabel laut, Iyeth meminta agar Gardu Induk (GI) 150 kV di Buruk Bakul dan Bengkalis yang hingga kini belum beroperasi dapat segera difungsikan. Ia menyebutkan, keterlambatan proyek ini diduga karena kendala perizinan di kawasan hutan lindung.

“Perlu percepatan proses administrasi dan koordinasi lintas instansi agar GI segera beroperasi demi memperkuat ketahanan listrik,” katanya.

Iyeth juga meminta PLN menyiapkan strategi penyangga agar tidak terjadi pemadaman saat masa transisi.

“PLN harus menyiapkan langkah konkret, seperti sistem penyangga sementara dan peningkatan efisiensi operasi, agar blackout tidak terjadi,” ujarnya.

Seorang politisi yang juga merupakan penyanyi asal Bengkalis menekankan pentingnya pelaksanaan seluruh proyek kelistrikan di daerah tersebut dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang berlaku. Ia juga mengharapkan agar masyarakat dapat berperan aktif sebagai penerima manfaat utama, terutama melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta upaya pemerataan distribusi tegangan listrik.

“Dengan percepatan jaringan listrik bawah laut, kita harapkan Pulau Bengkalis dapat menikmati kualitas listrik setara dengan Pulau Sumatera. Ini bagian dari upaya menuju Net Zero Emission sesuai program dedieselisasi pemerintah,” pungkasnya.(inf)

Berita terkini

Susilawati : Sapi Untuk Qurban Aman dari PMK

Rabu, 29 Juni 2022 - 07:05:31 WIB

Bupati Alfedri : Prioritas Kita Adalah Pemulihan Ekonomi

Selasa, 21 Juni 2022 - 16:55:50 WIB

Bupati Alfedri Minta Bappekam Pegang Amanah

Jumat, 17 Juni 2022 - 19:15:19 WIB

Wabup Siak :Dimana Didapat Disitu Berzakat

Jumat, 22 April 2022 - 14:45:14 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+