Senin, 06 Januari 2025 - 22:10:59 WIB

Jenderal Purn Prof Dudung Abdurachman: Sentralistik Demokratik Bertujuan untuk Keseimbangan

JAKARTA, Riaupunya.com -- Upaya pemerintah untuk mewujudkan pencapaian pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, diperlukan berbagai langkah startegis oleh pemangku kebijakan dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto.

Menyangkut hal tersebut, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman selaku Penasehat Khusus Presiden Bidang Urusan Pertahanan Nasional mengatakan, sangat perlu untuk menerapkan Sentralistik Demokratik (Sendem) untuk mencapai kearah pertumbuhan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Dudung yang didampingi Kolonel Czi Asep Sugiharto Asisten I Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional dan Khalid Zabidi anggota tim ahli, saat menerima kunjungan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus, di ruang kerjanya, Senin 6 januari 2025.

“Dengan sistem pemerintah yang menggabungkan unsur-unsur sentralisasi dan demokrasi sehingga pengambilan keputusan dan pengawasan terpusat pada pemerintah pusat, sehingga tercipta stabilitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang stabil,” paparnya, dalam rilis yang diterima redaksi.

Lebih lanjut Dudung menerangkan, dengan sentralistik demokratik juga akan terwujud pembangunan yang merata di seluruh wilayah, karena meskipun kekuasaan terpusat pada pemerintah pusat namun dalam pengambilan keputusan sesui dengan azaz demokrasi akan melibatkan perwakilan rakyat.

“Pada prinsipnya sistem sentralistik demokratik bertujuan mencapai keseimbangan antara efisiensi pemerintahan dan partisipasi rakyat,” ungkapnya.

Dudung mengungkapkan, efisiensi pemerintahan yang artinya proses pengambilan keputusan yang efektif dan efesien, penggunaan sumberdaya secara efektif, pelayanan yang cepat transparan dan berkualitas serta pengurangan prosedur yang tidak perlu sehingga memperlambat proses.

Sementara itu Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus menyebut di bidang politik, sentralistik demokratik akan membawa stabilitas poitik, koordinasi yang efektif antara intansi pemerintah dan akan lebih terintegrasi sehingga lebih efesien dalam mengambil keputusan.

“Secara administratif dengan pengawasan dan kontrol dari pusat akan lebih efektif, sehingga akan timbul efisiensi birokrasi yang bisa memangkas prosedur yang tidak diperlukan, hal tersebut juga berpengaruh pada pengoptimalan sumberdaya sehingga terjadi efesiensi anggaran dan SDM,” pungkas Firdaus. **

Berita terkini

Monitoring Swab PCR Warga , Ini Pesan Sertu Guntur

Jumat, 23 Juli 2021 - 10:03:15 WIB

Assesment Kepemimpinan 49 Pasis Sesau Angkatan ke 15

Sabtu, 01 Mei 2021 - 18:00:08 WIB

Pasis Sesau A-15 Ikuti Ceramah Reformasi Birokrasi

Sabtu, 01 Mei 2021 - 18:10:07 WIB

Festival “Virtual Salam Journey” Siap Digelar

Sabtu, 01 Mei 2021 - 08:40:59 WIB

Wagub Uu Ruzhanul : ASN Harus Jaga Profesionalisme

Senin, 31 Mei 2021 - 12:40:22 WIB

Kang Emil Ajak HDCI Promosikan Wisata Indonesia

Sabtu, 29 Mei 2021 - 15:45:26 WIB

DKPP Jabar Dukung Tanginas Kota Bandung

Jumat, 28 Mei 2021 - 15:16:15 WIB

Ekonomi Syariah Pendorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Kamis, 27 Mei 2021 - 14:45:41 WIB

Peran TNI Polri serta Komponen Bangsa Sangat Dibutuhkan

Selasa, 25 Mei 2021 - 09:20:29 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+