Jumat, 19 Januari 2024 - 09:20:20 WIB

Tanggapi Aspirasi Banjir, ini yang Dilakukan Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Nofrizal

PEKANBARU -- Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Nofrizal menggelar reses di Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi, Kamis 18 Januari 2024. Saat itu, warga mengeluhkan penyumbatan drainase karena tertimbun bekas galian IPAL, sehingga menyebabkan banjir.

Warga menyebut, sejak awal proyek IPAL dilaksanakan cukup banyak keluhan yang dirasakan warga. Sebut saja, mulai dari kondisi jalan yang rusak, berdebu dan berlobang hingga bekas galian IPAL yang dibuang ke saluran drainase sehingga menyebabkan terjadinya pendangkalan dan penyumbatan.

"Setiap hujan turun, Alhamdulillah air sampai setinggi lutut. Sampai hari ini belum ada solusi untuk mengatasinya," kata Fadly, seorang warga Jalan Dahlia.

Baca Juga Harga Sembako Melambung, Munawar Ingatkan Pemko Pekanbaru Bertindak Cepat
"Sejak ada pembangunan IPAL lingkungan sekitar sini jadi banjir, padahal sebelumnya tidak pernah banjir," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan kondisi drainase atau saluran air yang dangkal dan kecil. Hingga yang bermasalah sebenarnya adalah saluran air pembuangan yang tersumbat, terlebih perumahan sekitar sudah rapat dan padat.

"Kita minta ada solusi dan ada perubahan dalam mengatasi persoalan banjir yang terjadi di tengah masyarakat saat ini," harap Agus.

Menjawab aspirasi masyarakat yang disampaikan, Nofrizal mengatakan, memang terjadi pendangkalan drainase yang menyebabkan banjir di lingkungan rumah warga.

Solusinya, ia akan menjalin komunikasi ke Dinas PUPR Pekanbaru untuk menyampaikan apa yang menjadi persoalan masyarakat. Juga meminta Dinas PUPR turun ke lapangan melakukan pegecekan juga minta pasukan kuning untuk membersihkan saluran air.

"Padahal dalam kontraknya apabila sudah selesai dikerjakan harus dikembalikan ke semula jalan itu. Masyarakat sudah marah dan banyak makan korban," sebut Nofrizal.

Akibat dari pengerjaan proyek IPAL ini, politisi PAN ini menegaskan sejak awal pengerjaan hingga selesai banyak masyarakat yang dirugikan.

"Makanya kami minta ini diberikan sanksi tegas perusahaan itu. Karena sampai hari ini banyak bekas galian IPAL yang aspalnya amblas dan menyebabkan drainase tersumbat. padahal itu sudah selesai, kecuali yang masih dilakukan pengerjaan," tegasnya. (Galeri)

https://riaupunya.com/gambar/foto/7046702485.jpeg

https://riaupunya.com/gambar/foto/7656208942.jpeg

https://riaupunya.com/gambar/foto/2473348365.jpeg

https://riaupunya.com/gambar/foto/272321888.jpeg

https://riaupunya.com/gambar/foto/4698926248.jpeg

Berita terkini

KH Hasyim Muzadi Kembali Dirawat di RS Lavalette Malang

Sabtu, 11 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

BNN Pastikan Permen Dot Tak Mengandung Narkoba

Jumat, 10 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Banyak Media tak Perhatikan Etika Pers

Kamis, 09 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Incumbent Banyak Gagal Seleksi Bos OJK, ini Kata Darmin

Rabu, 08 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ingin Memasang Tangki Air, Perhatikan hal-hal Berikut ini

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Presiden PKS : Indonesia Darurat Ketimpangan Ekonomi

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Simak, Dua hal ini yang Bikin Was-was Investor Saat ini

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Seleksi Penasehat KPK, 34 Calon Lolos Syarat Kualitatif

Jumat, 03 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

DPRD Minta Gaji Petugas Kebersihan Segera Dibayarkan

Kamis, 02 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Persiapan Pelantikan PWI Inhil Capai 50 Persen

Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Dinas PPA Pekanbaru Diminta Jangan Hanya Seremonial

Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Rela Berdesakan di Halim Demi Lihat Raja Salman

Rabu, 01 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+