Rabu, 28 Februari 2024 - 14:15:59 WIB

Pendirian Fakultas Kedokteran UMRI, Tim Evaluasi Lapangan Lakukan Visitasi

PEKANBARU-- Keinginan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dalam mewujudkan keberadaan Fakultas Kedokteran memasuki tahap akhir, Rabu 28 Februari 2024,Tim evaluasi Lapangan usulan pembukaan Prodi Kedokteran Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi Fakultas Kedokteran (FK) melakukan penilaian akhir langsung ke kampus UMRI diJalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.

Tim evaluasi inidipimpin oleh Direktur Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) Indonesia Dr Soetrisno Sumardjo. Dengan sejumlah anggota yakniDra Oos Fatimah Rosyati, M.Kes yang merupakan Direktur Penyediaan Tenaga Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Prof dr Mariatul Fadilah, MARS PhD Sp KKLP (KKI) dan Dr dr Maftuchah Rochmanti MKes (AIPKI). Dr Ina Rosalina dr SpA (K) MKes MH Kes (ARSPI), Prof Dr dr Irfanuddin Sp KO MPd Ked (IDI), dr Liliana Sugiharto MS PA (K) (Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya).

Ikut serta juga hadirDirektur Kelembagaan Dirjen Diktiristek, Dr Lukman ST MHum, dan dan Afdalisma SH MPd (Ketua LLDIKTI Wilayah X).

Rektor UMRI Dr Saidul Amin MA dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa FK UMRI pada hakekatnya suatu keniscayaan. Hari ini, jumlah penduduk Riau ada 7,8 juta orang. Sementara dokter hanya 4.700 orang.

"Jika diambil rasio yang ditetapkan WHO, seharusnya perbandingan jumlah dokter di suatu wilayah setidaknya 1 : 1.000 orang, maka Riau memerlukan sekitar 3.000 dokter lagi," sebutnya.

Di sisi lain, lanjut Saidul, Sumatera Utara yang penduduknya dua kali lipat dibanding Riau, sudah punya 11 FK. Artinya, di Riau harusnya sudah memiliki lima FK. Namun nyatanya di Riau saat ini masih ada dua FK.

Sebab itu, berdasarkan tanggungjawab yang besar dalam pembangunan bidang kesehatan, UMRI memberanikan diri membentuk FK. Hal lain, Riau harus terus meningkatkan pelayanan kesehatan karena wilayahnya yang bertetangga dengan Malaysia dan Singapura.

UMRI, tambahnya, terus berupaya mempersiapkan sarana dan prasarana. "Saat ini tak ada kata mundur. Keinginan kita harus tetap bisa menang," ujarnya. Rektor ingin, FK yang diharap menjadi maskot UMRI memang terwujud nyata.

Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Prof dr Budu PhD SpM(K) M Med Ed menyampaikan, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) sudah cukup lama mempersipakan pembukaan FK.

Bahkan persiapan dilakukan jauh sebelum moratorium pembukaan FK dibuka. Karenanya, setelah moratorium dibuka, banyak PTMA mengajukan diri ikut berbakti pada nusa dan bangsa dengan mendirikan FK.

Muhammadiyah mengakui membuka FK tak semudah membalik telapak tangan. Dimana, ada 4 standar yang digunakan Majelis Dikti Litbang untuk mendirikan FK. Yaitu, mengikuti standar kualitas pendirian FK. Kemudian, PP Muhammadiyah telah mengklasifikasikan PTMA berdasarkan kemampuan. Yaitu klasifikasi besar, menengah, kecil dan butuh bimbingan.

Sehingga Majelis Dikti Litbang memusatkan rencana pendirian FK hanya di PTMA besar. Karena banyak yang harus dipersiapkan. "Kami juga melihat kebutuhan di berbagai lokasi. Termasuk kemampuan PTMA yang sanggup mengemban tugas mendirikan FK," kata dia.

PP Muhammadiyah berterima kasih pada Kemendikbudristek yang terus mendukung upaya pendirian FK di PTMA seluruh Indonesia. Termasuk UMRI. Selama ini, Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah terus mendampingi PTMA agar mampu mendekati pemenuhan syarat pendirian FK.

Sementara, Ketua Tim Visitasi, Dr Soetrisno Soemardjo MA menyampaikan dalam visitasi akan dibuktikan dan dicek kebenaran dari dokumen yang dilaporkan. Tim akan menilai, bukti yang disampaikan dalam domumen di Dikti memang ada di lapangan. Termasuk rencana kinerja FK jika izinnya sudah diberikan.

Setelah selesai visitasi, hasilnya akan dikirim Dirjen ke LAM-PTKes dan Kementerian Kesehatan. Kemudian dilakukan divalidasi. Jika dalam proses validasi telah memenuhi syarat, maka bisa diusulkan SK pendiriannya.

"Jika memenuhi syarat, dan jika ditemukan kekurangan yang tidak siginifikan,maka aklan diminta untuk melakukan perbaikan, jika terpenuhi, baru FK UMRI di sahkan atau disetujui," imbuhnya. (NR)

Berita terkini

Sepakat Jalin Kerjasama, UMRI dan USIM Teken MoU

Selasa, 22 Maret 2022 - 17:35:34 WIB

Pascasarjana Unilak Gelar Kegiatan Pengenalan Mahasiswa Baru

Sabtu, 19 Februari 2022 - 17:45:15 WIB

Hadiri Pelantikan Rektor UMRI, ini Harapan Rektor Unilak

Selasa, 08 Februari 2022 - 16:55:54 WIB

Hadiri Pelantikan Rektor UMRI, ini Pesan Muhadjir Effendi

Selasa, 08 Februari 2022 - 13:20:40 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+