Wabup Husni Safari Ramadhan di Pusako, 81 Warga Masuk Kategori Miskin Ekstrim
SIAK,Riaupunya.com -- Pemerintah kabupaten Siak saat ini sedang fokus mengentaskan kemiskinan ekstrim, ada orang yang satu hari hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari semalam tak lebih Rp12 ribu, ini kategori masuk miskin ekstrim.
Kata Wabup Husni saat kegiatan safari Ramadan 1444 H Pemerintah Kabupaten Siak di Masjid Baitul Rahim Dusun Pusako, kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Rabu 29 Maret 2023 malam.
Mantan Dirut PT Persi ini menyebutkan bahwa di Pusako ini dari laporan camat terdapat 81 Kepala keluarga kategori miskin ekstrim, ini menjadi tugas kita bersama target kita di 2024 tidak ada lagi miskin ekstrim di kabupaten Siak.
Dia juga menambahkan, dan begitu juga dengan masalah Stunting atau gagal tumbuh kembang anak, maka pemerintah daerah konsen dengan masalah ini.
“Anak stunting ini tinggi badannya tidak sesuai degan umurnya. Berat badannya tak sesuai akibat di 1000 hari kelahiran akibat gizinya tidak diperhatikan," tegas Wabup.
"Dalam hal ini di minta para camat, tiga poin penting ini juga menjadi konsen di kecamatannya, dengan melibatkan RT/RW data mereka, berapa jumlah mereka yang sesungguhnya, yang masuk kategori stunting, miskin ekstrim,”pinta Husni.
Pemerintah kabupaten Siak menurutnya akan terus melakukan pembenahan-pembenahan baik itu, pembangunan infrastruktur maupun peningkatan SDM manusia kabupaten Siak ini, khususnya di kecamatan pusako.
“Kami tidak bisa semuanya memenuhi ke keinginan masyarakat semuanya di tahun yang sama, karena pemda ini di batasi dua hal pertama waktu dan ke dua di batasi dengan anggaran,”ucapnya.
Untuk kecamatan Pusako tahun ini pemkab Siak telah menganggarkan Rp 3 milyar untuk perbaikan jalan poros Pusako. Termasuk pembangunan drainase, khususnya kampung-kampung yang rawan banjir.
“Kemarin sudah kami petakan yang rawan bencana, kampung mana saja yang rawan banjir, Jadi kita adakan pembersihan paret dan kanal. Kalau tak juga selesai juga kita minta bantu dengan perusahan yang ada di sini. Tahun lalu, banjir banyak terjadi di daerah Pusako dan Mempura, Harapan kita kedepan tidak ada lagi masyarakat yang terkena musibah banjir,”kata dia. (Jas)








































