Minggu, 03 Juli 2022 - 10:31:51 WIB

Komsos Di RW 03, Babinsa Bahas Penanganan Sampah Rumah Tangga 

RIAUPUNYA-- Babinsa Koramil 02 Kota Serda Sumarsono secara rutin melaksanakan komunikasi sosial di wilayah binaan.

Ahad ( 3/7/2022), anggota TNI AD ini komsos di wilayah RW. 03 RT. 02 kelurahan Kotabaru dalam rangka pembahasan tentang Penanganan sampah di pemukiman (rumah tangga).

Pada kesempatan itu Babinsa menjelaskan kepada masyarakat agar melakukan pemilahan sampah (organik, non organik dan residu)

kemudian babinsa juga menjelaskan terkait pemanfaatan sampah organik .Yakni, terkait pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), Ember tumpuk , pupuk kompos yang berasal dari tabung sisa dapur

Kata Sumarsono untuk pembuatan pupuk organik cair, terlebih dahulu siapkan 3 bahan penting untuk meracik pupuk ini.

"Siapkan, 20 liter air, 5 tutup botol Vitamin B1 dan sedikit pupuk kandang siap pakai yang sudah dilarutkan dengan air. Campurkan bahan-bahan tersebut hingga rata.

Kemudian langsung siap pakai atau siram secukupnya saja pada bagian media tanam sampai basah.

"Ingat, jangan sampai terkena daun, karena pupuk kandang cukup panas terutama yang masih baru. Jika mengenai daun bisa saja akan membuatnya gosong,".kata Sumarsono.

Sementara untuk pembuatan pupuk kompos, kata Sumarsono ada beberapa hal yang harus dilakukan.Yakni kumpulkan bahan, siram bahan dengan air, aduk campuran bahannya dan pemakaian.

Hal yang pertama dilakukan adalah mengumpulkan banyak bahan menjadi satu tumpukan. Setidaknya, Bunda sudah memiliki 90 cm tumpukan dalam sebuah wadah. Setelahnya, campurkan bahan hijau dan cokelat.

Bahan hijau adalah bahan basah dari sisa-sisa dapur dan ampas kopi, kotoran hewan selain anjing dan kucing, serta sisa tanaman rumput segar. Sementara itu, bahan cokelat adalah bahan kering seperti daun kering, patahan cabang pohon, koran, jerami, dan serutan kayu.

" Untuk mendapatkan hasil terbaik, bisa mencampurkan kedua bahan tersebut. Kalau campuran kompos terlalu basah dan berbau, Bisa tambahkan lebih banyak bahan cokelat," jelasnya.

Setelah mencampur bahan cokelat dan hijau terang Sumarsomi, siram air di atas tumpukan kompos secara teratur hingga memiliki konsistensi seperti spons basah.

" Ingat juga agar tidak menambahkan terlalu banyak air pada tumpukannya. Hal ini bisa membuat mikroorganisme di dalamnya tergenang dan membusuk."

Selain itu sebut Sumarsono juga harus dipantau suhu tumpukan kompos dengan menggunakan termometer. Kalau tidak memiliki termometer, cukup raih ke tengah tumpukan dengan tangan dan rasakan apakah tumpukan kompos terasa hangat.

Setelah itu tumpukan kompos itu dengan diaduk menggunakan garpu taman seminggu sekali. Waktu terbaik untuk mengaduknya adalah saat suhu tumpukan terasa hangat yakni sekitar 54 derajat celsius hingga 65 derajat celsius.

"Pengadukan kompos juga akan membantu proses masak lebih cepat, kegiatan ini bisa mencegah bahan menjadi kusut dan berbau. Pada tahap ini, lapisan akan hampir siap.Saat mengaduk dan diangin-anginkan, kita bisa memotong dan suwir bahan mentah menjadi ukuran lebih kecil untuk mempercepat prosesnya," katanya

Mendengar penjelasan yang begitu lengkap dari babinsa Ketua RT 02 Erlinda dan tokoh masyarakat mengucapkan terimakasih dan berharap bisa.mempraktekkan dengan benar.

"Kami sangat mengapresiasi penjelasan Babinsa dan berharap nantinya babinsa bisa memberikan arahan saat warga praktek pembuatan pupuk kompos," tegasnya.( IUD)

Berita terkini

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+