UMRI Lepas 427 Wisudawan, Diharapkan Bisa Menciptakan Lapangan kerja
Riaupunya.com (Pekanbaru) -- Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Dikti (LLDIKTI) Wilayah X
Afdalisma SH MPd berharap wisudawan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) yang diwisuda hari ini, Sabtu 11 Juni 2022, untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan atau wirausahawan, dan bukan berpikir untuk menjadi pegawai negeri.
Hal itu disampaikan Afdalisma yang baru saja menjabat sebagai Ketua LLDikti saat menghadiri sidang terbuka senat UMRI ke XXII dalam rangka wisuda sarjana dan diploma di SKA Co Ex Pekanbaru. "Kita yakin alumni-alumni UMRI mampu untuk hal itu, karena dari pemaparan pak Rektor tadi mahasiswa UMRI ini juga telah dibekali dengan ilmu kewirausahawan," kata Afdalisma.
Dikesempatan itu dia juga menyampaikan bahwa tugas LLDikti Wilayah X adalah melakukan pembinaan dalam rangka untuk peningkatan mutu pendidikan tinggi. Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi memintanya agar melakukan pembinaan lebih intensif diantaranya dengan melakukan kunjungan rutin ke perguruan tinggi di wilayahnya.
"Secara umum Umri sudah baik. Namun beberapa hal perlu ditingkatkan diantaranya adalah persoalan jabatan fungsional dosen. Untuk itu, pihaknya siap membantu percepatannya, karena untuk mendapatkan akreditasi Unggul, maka jumlah fungsional dosennya harus lebih banyak di Lektor Kepala bahkan Profesor," ujarnya.
Mewakili Gubernur Riau, Asisten I MAsrul Kasmi dalam sambutanya menyampaikan atas nama pribadi dan mewakili Pemprov Riau mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa sehingga dapat di wisuda pada hari ini.
“Kami ucapkan juga selamat atas keberhasilan Bapak Ibu dosen selaku pendidik dan kepada orang tua wali dalam mendukung dan membina putra-putri sehingga dapat menyelesaikan pendidikannya,”ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan dilaksanakannya kegiatan wisuda ini nantinya para sarjana diharapkan bisa menjadi sumber daya manusia yang memiliki kualitas dalam merebut peluang kerja maupun membuka lapangan pekerjaan.
“Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan mempunyai skil dalam dunia pendidikan serta teknologi, tentunya ini menjadikan para wisuda/wisudawati memiliki kualitas dan daya saing dalam merebut peluang kerja maupun membuka lapangan kerja,” katanya.
Ia menambahkan, sejak didirikan, Universitas Muhammadiyah ini telah memiliki misi melaksanakan kegiatan Tridharma yaitu terdiri atas pengabdian kepada masyarakat yang kreatif, inovatif dan bermutu.
Masrulberharap, para wisudawan dengan memiliki semangat dan intelektual dapat bersinergi bersama pemerintah daerah dalam hal ini Provinsi Riau untuk mendukung percepatan pembangunan serta mempunyai kepedulian terhadap masyarakat.
“Harapan kami kepada wisudawan nantinya mampu untuk memperbaiki bangsa ini lebih baik, serta kita dapat bersinergi dalam mendorong percepatan pembangunan bagi Provinsi Riau,”pungkasnya.
Sementara Rektor UMRI Dr Saidul Amin MA menyampaikan, Selama dua tahun ini kita diterpa badai akibat pandemi covid-19 yang melanda hampir di seluruh belahan dunia. Dampaknya sangat luar biasa terhadap ekonomi, sosial bahkan dunia pendidikan. Tapi ternyata kondisi ini juga memiliki dampak positif, dimana kita belajar untuk survive dan tetap bertahan menghadapi berbagai kesulitan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
"Maka wisudawan/wisudawati hari ini akan berbeda dengan yang lalu, sebab diharapkan mereka akan lebih tangguh dan siap menghadapi masa depan yang penuh harapan dan tantangan. Semoga fase pandemi segera berakhir, dan kita segera memasuki fase endemi untuk dapat bangkit memulai lembaran baru kehidupan," harapnya.
Rektor menambahkan, setelah usai menimba ilmu pengetahuan di UMRI, alumni dituntut untuk berbakti di tengah masyarakat membangun bangsa dan negara sesuai dengan bidang dan kemampuan yang ada. Akan tetapi di samping itu, sesungguhnya peran yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa para alumni kini menjadi duta-duta Persyarikatan di tengah-tengah masyarakat untuk merealisasikan cita-cita luhur Muhammadiyah mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Menjadi pribadi yang mencerahkan dan mencerdaskan.
"Hari ini kami kembalikan putera dan puteri bapak dan ibu sekalian, setelah diamanahkan kepada kami untuk mendidik dan membinanya. Inilah baru yang bisa kami lakukan. Apabila hasilnya tidak seperti yang diinginkan, maka dari lubuk hati yang paling dalam kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Maklumlah kami manusia biasa yang terlalu banyak kekurangan dan kelemahanya," sebut Rektor.
"Kami hanya bisa mengingatkan bahwa putra dan putri bapak dan ibu telah melewati satu fase terbaik dalam hidupnya. Menyelesaikan satu tahap dari tugas mulia yaitu memuntut ilmu. Namun Tugas mereka belum selesai sampai disini, justru tugas besar yang menantinya kelak di luar sana untuk menjadi bagian dari generasi penerus bangsa. Percayalah bahwa anak-anak ini akan menemukan jalan terbaiknya menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Maka bimbingan dan nasehat dari keluarga sangat mereka butuhkan," sambunya mengakhiri. (lan)

























