Sabtu, 20 Maret 2021 - 13:50:33 WIB

Aurik Gustomo sebut Pandemi Covid-19 Akibatkan Kontraksi dalam Organisasi

Riaupunya.com -- Kontraksi kinerja organisasi di jangka pendek terjadi saat pandemi Covid-19, dengan demikian, memunculkan terminologi Turbulence-Uncertainty-Novelty-Ambiguity (TUNA). Namun, jika organisasi mampu merespon secara lincah kontraksi yang terjadi, maka akan menemukan peluang-peluang baru.

Hal itu diungkapan Guru Besar Ilmu Pengembangan Manusia Professor Aurik Gustomo dalam Orasi Ilmiah Guru Besar Institut Teknologi Bandung, Sabtu 20 Maret 2021 secara virtual.

Selain tantangan dari lingkungan eksternal, organisasi juga dihadapkan pada fenomena disrupsi digital. Disrupsi digital dipengaruhi oleh perkembangan dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam 20 tahun terakhir yang terjadi begitu cepat. Tidak saja dalam perangkat kerasnya tetapi juga perangkat lunak.

“Peluang pengembangan organisasi banyak tercipta dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini,” kata Aurik.

Transformasi digital ini menuntut sumber daya manusia Indonesia menjadi kreatif dan memiliki kapabilitas sehingga mampu mengaplikasikan ide kreatif menjadi produk inovatif. Selain itu, organisasi juga menghadapi globalisasi yang dicirikan oleh semakin kecilnya faktor penghambat masuknya perusahaan asing ke pasar dalam negeri. Kondisi itu ditandai dengan adanya kesepakatan-kesepakatan antar negara, regional, maupun global seperti AFTA, NAFTA, dan sebagainya. Dengan demikian, persaingan tidak lagi hanya terjadi antara perusahaan lokal, namun juga dengan perusahaan-perusahaan multinasional.

“Sinergi dengan para pihak, termasuk dengan pesaing menjadi salah satu strategi kerjasama yang memungkinkan untuk dikembangkan, dengan memanfaatkan keunggulan masing-masing yang kemudian dikenal dengan istilah co-opetition, sebagai singkatan dari cooperation (kerjasama) dan competition (persaingan),” ujar Aurik.

Tantangan organisasi selanjutnya adalah revolusi generasi dengan masuknya Generasi Z atau Milenial. Generasi ini dibesarkan dalam lingkungan yang terbiasa dengan digitalisasi. Sementara, organisasi masih didominasi oleh generasi Y dan Z yang memiliki karakter berbeda dengan generasi Z. Kondisi tersebut memunculkan iklim yang tidak sehat bagi pertumbuhan organisasi. Generasi Z cenderung mengharapkan lingkungan kerja yang dinamis dan fleksibel dibandingkan dengan generasi sebelumnya (X dan Y). (dan)

Berita terkini

Babinsa Sukaramai Monitoring Pelaksanaan Vakisinasi

Kamis, 15 Juli 2021 - 12:15:35 WIB

Legislator Dorong Pemprov Jabar Operasikan Dua TPPA

Selasa, 09 Maret 2021 - 13:30:09 WIB

Kerjasama dengan BPPT, Jabar Terus Kembangkan Teknologi

Selasa, 09 Maret 2021 - 14:05:03 WIB

TPK Hotel oleh Wisatawan Menurun di Jabar

Kamis, 04 Maret 2021 - 08:20:23 WIB

Februari 2021, NTP Jabar Alami Penurunan 0,21 Persen

Rabu, 03 Maret 2021 - 08:50:12 WIB

Babinsa Ajak Warga Sukseskan Program Vaksinasi

Rabu, 14 Juli 2021 - 08:10:48 WIB

Babinsa Gelar Patroli PPKM dan Penyekatan Jalan 

Selasa, 13 Juli 2021 - 08:36:40 WIB

Babinsa Imbau Disiplin Protokol Kesehatan 

Jumat, 09 Juli 2021 - 11:58:38 WIB

Babinsa Imbau Disiplin Protokol Kesehatan 

Jumat, 09 Juli 2021 - 11:58:38 WIB

Babinsa Imbau Disiplin Protokol Kesehatan 

Jumat, 09 Juli 2021 - 11:58:38 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+