Selasa, 08 Desember 2020 - 06:45:17 WIB

BI Nyatakan Ekonomi Dunia Mulai Lepas dari Tekanan Corona

RIAUPUNYA--Bank Indonesia (BI) menilai perekonomian dunia telah melewati titik paling rendah akibat pandemi covid-19. Saat ini, ekonomi global sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

"Sudah mulai terjadi tanda pemulihan, karena semua otoritas melakukan berbagai hal termasuk protokol kesehatan. Kami lihat perkembangan ekonomi dunia sudah melewati lembah paling dalam, sudah mulai kelihatan mengalami peningkatan," ujar Asisten Gubernur BI Aida S. Budiman dalam acara BI Bersama Masyarakat: Prospek Ekonomi dan Arah Kebijakan BI 2021, Senin (7/12).

Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global mengalami kontraksi tahun ini yakni minus 3,8 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan membaik menjadi 5 persen di 2021. Kondisi ini terjadi baik di negara maju maupun negara berkembang.


Kondisi serupa juga terjadi di perekonomian Indonesia. Ia menuturkan tanda-tanda pemulihan ekonomi mulai tampak, sehingga bank sentral meyakini pertumbuhan ekonomi bisa positif di kuartal IV 2020.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi kontraksi sebesar minus 5,32 persen di kuartal II 2020 dan minus 3,49 persen pada kuartal selanjutnya, sehingga Indonesia mengalami resesi ekonomi.

Indikator pemulihan ekonomi salah satunya tercermin dari kinerja ekspor yang mulai membaik. Pada Oktober 2020, nilai ekspor mencapai US$14,39 miliar atau naik 3,09 persen dari US$13,96 miliar pada September 2020.

"Daya saing ekspor masih cukup bagus permintaan ada, didukung negara recovery cukup cepat seperti China dan AS sehingga ada eksternal demand (permintaan)," katanya.

Selain itu, pemerintah masih akan menggelontorkan stimulus lewat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp372,3 triliun. Aida meyakini distribusi dana PEN bisa mendorong konsumsi masyarakat.

Di samping, BI juga melihat ada dua game changer yang mendorong pertumbuhan ekonomi yakni vaksin covid-19 dan pengesahan UU Nomor 11 Tahun Cipta Kerja. Kedua game changer itu diyakini mampu mengembalikan kepercayaan sektor dunia usaha.

"Jika ini berhasil dilakukan dengan baik mudah-mudahan bisa tutup kuartal IV dengan pertumbuhan ekonomi sedikit positif, jadi meski kontraksi di 2020 minus 1 persen sampai minus 2 persen, tapi 2021 diharapkan menuju 4,8 persen sampai 5,8 persen," katanya.(CNNIndonesia/Wal)

Berita terkini

Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Segera Dilakukan Dishub Dumai

Jumat, 11 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Riau Dipercaya Jadi Tuan Rumah Hakteknas Tahun 2018

Kamis, 10 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Bupati : Mari Tingkatkan Kinerja dan Rebut Anggaran Pusat

Rabu, 09 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Pembangunan Jembatan Siak IV Tuntas Tahun Depan

Rabu, 09 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Hanya 527 Tower yang Berizin di Pekanbaru, Sisanya Ilegal

Rabu, 09 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Derita Muaro Sako Langgam, Warga Mengadu ke Dewan

Rabu, 09 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Ditetapkan Gubri, Walikota Dumai Apresiasi SK Penlok

Selasa, 08 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Indra Gunawan : Edi Sakura Jangan Ngurus Proyek

Rabu, 26 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+