Rabu, 21 Oktober 2020 - 13:13:56 WIB

AS Jerat 6 Perwira Intelejen Militer Rusia Diduga Peretas

RIAUPUNYA--Kementerian Hukum Amerika Serikat menjerat enam perwira intelijen militer Rusia dengan sangkaan melakukan serangan siber dan peretasan.

Para perwira militer Rusia yang dituduh bertanggung jawab atas serangan siber itu adalah Yuriy Sergeyevich Andrienko, Sergey Vladimirovich Detistov, Pavel Valeryevich Frolov, Anatoliy Sergeyevich Kovalev, Artem Valeryevich Ochichenko, dan Petr Nikolayevich Pliskin, seperti dilansir CNN, Selasa (20/10).

Para penyerang diduga meretas perangkat lunak menggunakan malware yang dapat merusak dan membuat komputer gelap. Kerugian atas tindakan mereka ditaksir hampir US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun.

Menurut Kementerian Hukum AS, serangan yang dilakukan mereka dimaksudkan untuk mendukung upaya pemerintah Rusia dalam merusak, membalas, atau mengguncang jaringan komputer di seluruh dunia.

Para peretas diduga adalah perwira Direktorat Intelijen Utama Angkatan Bersenjata Rusia (GRU).


AS juga menuduh hal itu sebagai serangan politik yang dilakukan oleh Kremlin, sejak berupaya untuk ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016.

Jaksa penuntut juga menyatakan bahwa para pelaku menyerang Ukraina, Georgia; pemilihan umum di Prancis, dan upaya untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas penggunaan agen saraf tingkat senjata, Novichok, di negara lain.

Selain itu mereka juga dituduh mengganggu jalannya Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018, setelah atlet Rusia dilarang berpartisipasi di bawah bendera negara mereka, sebagai konsekuensi dari tuduhan doping yang disponsori pemerintah.

Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Barat Pennsylvania menerbitkan surat perintah penangkapan federal untuk masing-masing tersangka ini.

"Para tersangka dan rekan konspiratornya menyebabkan kerusakan dan gangguan pada jaringan komputer di seluruh dunia, termasuk di Prancis, Georgia, Belanda, Republik Korea, Ukraina, Inggris, dan Amerika Serikat," kata jaksa.

Mereka semua didakwa dalam tujuh tuduhan, mulai dari persekongkolan untuk melakukan penipuan dan penyalahgunaan komputer, persekongkolan untuk melakukan penipuan kawat, merusak komputer yang dilindungi, dan pencurian identitas yang semakin parah.


Jaksa penuntut mengungkapkan bahwa salah satu malware yang dikembangkan oleh para peretas menghancurkan sistem medis di Heritage Valley di Pennsylvania. Aktivitas serangan mulai dilakukan para peretas kata jaksa sejak 2015 hingga 2019.

Para peretas menghadapi ancaman hukuman maksimal 27 tahun penjara karena penipuan kawat. Mereka kini kemungkinan sedang berada di Rusia.

Pada Senin, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, turut angkat suara mengenai dakwaan terhadap para orang Rusia ini. Ia mengatakan bahwa sangkaan itu memperlihatkan aktivitas Rusia yang terus mengganggu dan merusak di dunia maya.

"Kami menyerukan kepada Rusia untuk mengakhiri perilaku tidak bertanggung jawabnya. Selanjutnya, kami menyerukan kepada semua negara yang ingin melihat stabilitas yang lebih besar di dunia maya untuk bergabung dengan kami dalam membantu membawa para aktor yang dituntut hari ini ke pengadilan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Jerat hukum baru ini adalah upaya terbaru AS untuk menindak GRU. Mereka dituduh bertanggung jawab atas campur tangan dalam pemilu AS tahun 2016.


Peretas GRU dituduh mencuri puluhan ribu email dari petinggi Partai Demokrat dan materi persenjataan melalui rilis WikiLeaks selama kampanye 2016, dan membantu Donald Trump dan menyerang kandidat Partai Demokrat saat itu, Hillary Clinton.(CNNIndonesia/Wal)

Berita terkini

Tabungan Emas di Pegadaian Cukup Diminati Masyarakat

Senin, 06 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rohul KLB DBD, Petugas Dinkes Tetap Bekerja di Hari Libur

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pencegahan Karlahut Dilakukan Sedini Mungkin

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BNPB sebut Ancaman Karlahut 2017 Jauh Lebih Besar

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

CCTV Pemantau Lahan Masuk Pergub Rencana Aksi

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Pimpin Apel Siaga Darurat Bencana Asap

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Plt Sekda Bengkalis Minta Kabel Serat Otik Segera Dipasang

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BLH Inhil Rutin Pantau Kebersihan Kota

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala Rutan Dumai Silaturrahmi ke Disnakertrans Dumai

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Istana Tegaskan tak Pernah ada Perintah Untuk Sadap SBY

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Desember 2016, Ekspor Riau Naik 9,21 persen

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

2021, Meranti Targetkan Swasembada Beras

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Minggu Ke Empat, Kasus DBD Naik 39 Kasus

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Januari 2017, Riau Inflasi 1,46 Persen

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+