Selasa, 26 November 2019 - 12:20:27 WIB

Bersama Balai Bahasa Riau

Unilak Gelar Seminar Nasional Bahasa Indonesia

Riaupunya.com -- Balai Bahasa Provinsi Riau bekerjasama dengan Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar seminar nasional yang diikuti oleh lebih dari 150 Mahasiswa, dan 48 guru SMP/SMA yang ada di Riau, Selasa 26 Nopamber 2019. Kegiatan ini mengambil tema Menjulang Bahasa Indonesia Sebagai Kekuatan Bangsa.

Sebagai Narasumber dihadirkan Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Republik Indonesia Prof Dr Dadang Sunendar M.Hum, Ketua Majelis kerapatan Adat LAM Riau, Al Azhar, dan Wakil Dekan II FIB Unilak Dr. Evizariza. M.Hum. Turut hadir Rektor Unilak Dr.Junaidi S.S MHum, dekan FIB Hermansyah SS MA, kepala Balai bahasa Riau, Drs,Songgo A Siruah MPd dan sejumlah dosen di lingkungan Unilak.

Kepala Balai Bahasa Riau diawal seminar mengatakan, bahasa Indonesia adalah simbol negara, dan telah diatur di Undang-Undang. Balai bahasa bergerak lintas kementerian dan lembaga negara, yang dihubungkan oleh bahasa, dan sekarang setiap dokumen resmi harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia akan direncanakan menjadi bahasa internasional di tahun 2045.

Dikatakan, Songgo, kontribusi orang Melayu bagi Indonesia adalah bahasa Melayu yang digunakan sebagai lahirnya bahasa Indonesia, yang tidak dapat diukur dengan material, "jadi kita harus merawat Bahasa Indonesia, karena ini adalah bingkai pemersatu bangsa Indonesia,"sebut Songgo, seperti dalam rilis yang diterima redaksi.

Rektor Unilak Dr Junaidi dalam sambutannya menerangkan bahwa di Unilak saat ini terdapat 19 prodi S1, dan dua diantaranya prodi sastra, yaitu Sastra Daerah, dan Sastra Indonesia. "Kami menyambut baik adanya' seminar ini, di Riau, FIB adalah yang mengambil muatan lokal, dan Insyallah kami akan mereposisi sastra Melayu akan menjadi bahasa Melayu sehingga akan menjadi muatan lokal di Riau," jelasnya.

"Saya berharap kegiatan ini betul-betul membangkitkan perhatian kita untuk memperhatikan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Bagi kita bahasa Indonesia dan bahasa Melayu sangat erat, kontribusi besar orang Melayu bagi Indonesia adalah bahasa Melayu. FIB akan bermitra dengan Balai Bahasa untuk malaksanakan uji kompetensi bahasa Indonesia ini," Sebut Rektor Unilak.

Sementara Dadang Sunendar selaku narasumber dalam kegiatan itu mengatakan, penjagaan dan perawatan bahasa Melayu hari harus terus dilakukan, keberadaan bahasa Melayu di Riau tertanam dan terjaga dan bahkan dipelajari dalam muatan lokal pendidikan dan jangan lupa sastra nya juga perlu dijaga, dan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

"Jika satu bahasa kita punah maka sastra juga akan hilang, kearifan lokal, dan muatan lokal bisa hilang juga, ini tugas badan perubukuan dan bahasa untuk terus menjaga". sebut Guru Besar UPI Bandung ini.

Dijelaskan Dadang, di Indonesia ada 718 bahasa daerah, 408 ada di Papua dan Papua barat. Indonesia adalah negara no dua terbanyak memiliki bahasa, yang nomor satu adalah Papua Nugini, jadi bisa dikatakan pulau Papua adalah surga bagi para peneliti bahasa. (rls)

Berita terkini

Lima Perguruan Tinggi Swasta Teken MoU dengan UIR

Selasa, 08 Mei 2018 - 00:00:00 WIB

Buka Seminar Nasional Syariah, ini pesan Rektor UIR

Kamis, 03 Mei 2018 - 00:00:00 WIB

Ini Tahapan Pemilihan Rektor Unri Periode 2018-2022

Rabu, 02 Mei 2018 - 00:00:00 WIB

Calon Wisudawan UIR Di Dorong jadi Pengusaha

Senin, 30 April 2018 - 00:00:00 WIB

UIR Raih 1 Silver 2 Bronze di i-IDeA 2018

Kamis, 26 April 2018 - 00:00:00 WIB

30 Mahasiswa Akuntansi UIR Studi Banding ke UNP

Rabu, 25 April 2018 - 00:00:00 WIB

Unri dan BPTP Jalin Kerjasama

Rabu, 25 April 2018 - 00:00:00 WIB

Unri Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris ASN

Rabu, 25 April 2018 - 00:00:00 WIB

Rektor Unri Berbagi Kiat Sukses Mengikuti SBMPTN 2018

Selasa, 24 April 2018 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+