Senin, 12 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

KABIDKUMHAM SBRI : Kami Siap Memperjuangkan Hak Buruh Kabupaten Bengkalis

Riaupunya.com - Permasalahan Tunjangan Hari Raya (THR) buruh yang terjadi di Daerah Kabupaten Bengkalis saat ini tidak bisa diselesaikan dengan Kunjungan dan Pesan Pemerintah.

Masalah yang sangat berbahaya bukan pada saat sebelum hari raya, tetapi berbahaya setelah hari raya nanti. sudah banyak yang menjadi korban THR tidak dibayar, khususnya Kaum Buruh di sektor MIGAS. Bahkan, THR tahun 2015 dan 2016 masih ada yang belum dibayar sampai saat ini, "hal itu dikatakan Bobson Samsir Simbolan KABIDKUMHAM SBRI Duri Kepada Wartawan Ahad 11 Juni 2017.

Bobson lanjutnya "ketika THR tahun 2017 ini tidak dibayar, apakah Pemerintah Kabupaten Bengkalis mampu memberikan sanksi tegas terhadap Perusahaan Penghisap Darah Buruh itu?, berkaca dari tahun lalu, sudah hampir ratusan kali Pemkab selalu menampilkan opera peduli buruh, namun sampai saat ini semuanya diam tanpa hasil.

"Kita masih ingat bagaimana Bupati menyikapi masalah kawan-kawan Satpam yang tidak dipekerjakan lagi oleh perusahaan yang bersangkutan. pernah diadakan pertemuan langsung antara Bupati dengan PT. CPI, bahkan sudah dibentuk team terpadu, tapi hasilnya tidak ada sama sekali. kaum buruh hanya dijadikan sarana pencitraan, kaum buruh hanya dijadikan guyonan para penguasa,"paparnya.

Sementara "kepahitan dan penindasan yang dirasakan kaum buruh semakin kronis ditambah dengan acuhnya Pemkab Bengkalis dengan kronisnya kondisi Kaum buruh dan keluarganya. keacuhan itu terbukti dengan tidak adanya kepedulian terhadap pengaduan kaum buruh yang lansung disampaikan kepada Bupati Bengkalis beberapa waktu lalu.

"Sayangnya lagi sudah ratusan pengaduan kaum buruh, tapi yang terjadi hanya pertemuan dan silahturahmi, penderitaan dan penindasan kaum Buruh sama sekali tidak teratasi. negeri ku Tanah Bertuah, Negeri yang Kaya Raya..., Kaum Buruh masih tersiksa, bahkan lebih buruk dari zaman ROMUSA!,"Ujar Bobson.

Lanjut Bobson, ketika aktivis buruh garang bersuara, jeratan pidana sudah disiapkan. namun hal itu sudah mereka buktikan bahwa sekalipun tali jebakan atas nama pidana disematkan dileher mereka, sejengkalpun mereka tidak akan pernah mundur. puluhan acara sidang pidana sudah di lalui, hingga akhirnya pedang keadilan memutus tali jebakan yang tersemat dileher mereka, palu Hakim memutus Aktivis Buruh itu "Bebas dari segala tuntutan Hukum.

"Mereka tidak akan menjadi orang yang pembeci dan pendendam, tetapi akan semakin kuat dan garang untuk menghabisi upaya dan tindakan untuk memperbudak dan menindas Kaum Buruh, saatnya bergandeng tangan kembali, menghapus air mata yang terurai deras selama ini, saatnya membalut luka yang berdarah selama ini.lebih baik mati kerana berjuang dari pada hidup tapi berduka,"tutupnya dengan tegas. (Ap)

Berita terkini

Riau Perkuat Ekonomi di Wilayah Perbatasan

Jumat, 17 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Satpol PP Pekanbaru Turunkan 79 Benner "Kadaluarsa"

Kamis, 16 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rekrut Naker tak Melapor, Disnakertrans Dumai Panggil PT. ESM

Kamis, 16 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Waspada! Bendung Katulampa Siaga II

Rabu, 15 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sukseskan Gerakan 1000 Pohon, UR Gandeng Empat Mitra

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Dishub Akui Pelayanan TMP Belum Maksimal

Senin, 13 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Doa Menkominfo Untuk Kelancaran Peluncuran Satelit Telkom 3S

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Wabup Inhil Ingatkan Bahaya Ngelem di Kalangan Anak

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Rohil Dimnta Optimalkan Potensi Kelautan

Sabtu, 11 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Melorot Tajam

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sejak Dini Hari tadi, Sumut Diguncang Delapan Kali Gempa

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tender Jembatan Siak IV Masalah Tekhnis Saja Lagi

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+