Senin, 09 Maret 2026 - 12:30:55 WIB

Peran Aktif Camat dan Lurah Dibutuhkan dalam Mensukseskan Program Intervensi Stunting di Pekanbaru

Markarius Anwar, Wakil Wali kota Pekanbaru.

PEKANBARU -- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan bahwa tindakan untuk menangani stunting atau masalah pertumbuhan pada anak-anak terus dilakukan. Upaya untuk mengatasi stunting ini dilakukan dengan memastikan bahwa kebutuhan nutrisi bagi mereka yang teridentifikasi mengalami stunting terpenuhi.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyatakan bahwa program intervensi stunting masih dilanjutkan. Proses untuk mengatasi stunting memerlukan waktu dan usaha yang berkesinambungan.

"Kami terus melanjutkan program intervensi gizi ini. Oleh karena itu, kami meminta agar pak camat dan pak lurah memberikan perhatian khusus pada anak-anak yang mengalami stunting," ungkap Markarius Anwar, pada Senin 9 Maret 2026.

Dia menjelaskan bahwa penanggulangan stunting memerlukan kerjasama dari berbagai pihak. Pemerintah Kota Pekanbaru juga bekerja sama dengan sektor swasta untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi anak-anak yang terindikasi stunting.

Camat dan lurah dapat menggandeng pengusaha di daerah masing-masing untuk menyalurkan program tanggung jawab sosial mereka dalam mendukung penanganan stunting.

"Beberapa waktu lalu, ada kontribusi dari pihak Angkasa Pura dan BRI yang memberikan sumbangan untuk stunting. Kita bisa arahkan sumbangan ini ke dalam program bapak asuh, sehingga anak-anak yang mengalami stunting bisa mendapatkan intervensi gizi secara teratur sampai masalah ini teratasi," ia menjelaskan.

Sebelumnya Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menetapkan target bagi Kota Bertuah untuk mencapai status zero stunting atau bebas kasus tengkes dalam waktu dekat.

Komitmen ini disampaikan sebagai kelanjutan dari keberhasilan Pemerintah Kota Pekanbaru yang mencatatkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2025.

Data menunjukkan, Pemko telah berhasil menangani lebih dari 3.000 kasus stunting melalui berbagai intervensi gizi yang terintegrasi.

Agung menegaskan bahwa upaya penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas utama meskipun daerah sedang menghadapi tantangan fiskal. Ia menyebutkan bahwa pencapaian tahun lalu menjadi modal kuat untuk mempercepat eliminasi kasus gangguan pertumbuhan pada anak di Pekanbaru.

"Kita targetkan Pekanbaru bisa zero stunting. Ini adalah misi kemanusiaan untuk menyiapkan generasi masa depan yang tangguh," katanya, Sabtu (21/2/2026).

Guna mencapai target tersebut, Wali Kota menekankan pentingnya strategi kolaborasi, terutama dengan dunia usaha dan sektor swasta.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi keuangan daerah yang mengalami tekanan. Berdasarkan data yang dipaparkan, transfer dana dari pemerintah pusat ke kas daerah Pekanbaru tahun ini mengalami pengurangan yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp400 miliar.**

Berita terkini

Oleh: Ratna Yulita*

Mengatasi Budaya Mencontek Pelajar

Selasa, 05 April 2022 - 17:50:50 WIB

Antisipasi DBD, Warga Kompak Lakukan Fogging 

Selasa, 14 Januari 2025 - 18:10:38 WIB

Panduan Memahami Prosedur LASIK Mata dan Manfaatnya

Minggu, 29 Desember 2024 - 07:44:10 WIB

Imunisasi Polio Kunci Kesehatan Anak

Selasa, 23 Juli 2024 - 20:35:46 WIB

Kongres THT Internasional Sukses Digelar di Antalya, Turki

Kamis, 26 September 2024 - 13:48:10 WIB

Pengerjaan Base Jalan Purwodadi Selesai Dilakukan

Senin, 15 April 2024 - 21:30:15 WIB

Tengku Azwendi Jenguk Warga Sakit

Minggu, 12 November 2023 - 19:55:01 WIB

Kenali Penyebab Infeksi Penyakit Sinus

Minggu, 24 Desember 2023 - 08:45:28 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+