Hadiri Wisuda Umri ke-28, Gubri Ingatkan Wisudawan Harus Berdikari dan Mandiri
PEKANBARU, Riaupunya.com -- Gubernur Riau Abdul Wahid diwakili Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya menegaskan nkalau Wisudawan harus bisa berdikari dan mandiri untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri sidang senat terbuka wisuda sarjana dan diploma III ke 28 Universitas Muhamamdiyah Riau (Umri) Sabtu 3 nMei n2025, di kampus utama Umri, jalan Tuanku Tambusai ujung Pekanbaru.
Dikatakan, tantangan kedepan bagi wisudawan sangat lah berat, ditengah kondisi kemajuan teknologi informasi saat ini, karena itu jangan hanya berharap bekerja pada orang lain, menciptakan lapangan kerja haruslah menjadi pilihan.
"Jangan hanya berlaku berharap menjadi ASN, ataupun bekerja di perusahaan, wisudawan harus mampu menciptakan lapangan kerja, kami yakin alumni Umri mampu untuk itu," ujarnya.
Gubri juga menyampaikan bahwa
Negara yang tangguh salah satunya bisa dilihat dari generasi mudanya, jika baik generasi mudanya baik, maka baik lah suatu negara, dan jika generasi mudanya tidak baik, maka akan buruk lah suatu negera.
'Karena itulah, adek-adek wisudawan harus mampu menunjukkan sebagai seseorang yang dididik di kampus Islam yang tentunya harus ditunjukkan dengan memiliki akhlak yang baik di tengah masyarakat," harapnya.
Kepada wisudawan Gubri berpesan untuk jangan pernah melupakan jerih payah orang tua dalam memenuhi kebutuhan selama masa kuliah.
"Ini harus dibuktikan dengan bisa memberikan yang terbaik bagi mereka setelah menyelesaikan perkuliahan, tanamkan tekad untuk bisa membahagiakan mereka mulai dari saat ini," imbuhnya.
Sementara Rektor Umri, Dr Saidul Amin MA berpesan kepada wisudawan, bahwa setelah menjadi sarjana, kedekatan kepada Allah, ibadah harus lebih baik dari sebelumnya, sebaba hakekat kesarajanaan adalah kematangan intelektual dan spiritual, keseimbangan lahir dan batin. Selanjutnya berbaktilah kepada kedua orang tua, sebab anda bukan siap-siap tanpa mereka, bahkan keberhasilan anda hari ini tidak bisa dipisahkan dari keringat dan doa, bahkan air mata orang tua, bahagiakanlah kedua orang tua selagi masih ada waktu dan masa yang tersisa.
"Kepada orang tua, kami menyampaikan terimaksih karena telah mempercayakan anak-anaknya dititipkan ke Umri, benih yang telah Bapak/Ibu titipkan kepada kami telah kami tanam, kami siram, kami pupuk dan kami pelihara, kini tanaman itu kami kembalikan, semoga menjadi pokok kebaikan yang menjadi makna dan arti untuk kehidupan, dari lubik hati yang paling dalam, jika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan harapan, kami harap bisa dimaafkan,"pungkasnya.(NR)































































