PTPN V Distrik Barat Edukasi Peternak Sapi Agar Gunakan Pemeliharaan Sistem Kandang
TANDUN, Riaupunya.com -- Sebagai wujud peran perusahaan dalam melakukan pendampingan terhadap para peternak hewan sapi di lingkungan Perkebunan, PTPN V Distrik Barat menggelar sosialisasi kepada pemilik sapi yang ada di lingkungan PTPV V bertempat di Mess Kantor Kebun Tandun.
Sosialisasi ini merupakan langkah preventif perusahaaan untuk memberikan edukasi kepada pemilik ternak, pentingnya melakukan pemeliharaan sapi sistem kandang. Keuntungan yang didapat peternak, selain memberikan rasa aman akan tindak pencurian hewan ternak, kesehatan hewan ternak juga bisa lebih mendapat perhatian.
Ibarat simbiosis mutualisme, tanaman sawit milik perusahaan PTPN V juga bisa terawat dengan baik, jika hewan ternak sapi tidak dilepas liarkan. Juga menekan angka pencurian buah kelapa sawit oleh oknum yang pura-pura mencari pakan ternak.
"Warga sekitar perusahaan melakukan tindakan pidana ringan, dengan mencuri buah kelapa sawit perkebunan, dengan dalih masuk ke kawasan perkebunan untuk mencari makan hewan ternak, namun ternyata di dalam keranjang rumputnya ada buah sawit," keluh Sugianto selaku GM PTPN V Distrik Barat di sela-sela acara sosialisasi, Sabtu akhir pekan kemarin.
Sejumlah aparat kepolisian tampak hadir juga diantaranya, Kapolsek Tandun dan Polsek Tapung Hulu, Bhabinkamtibmas, Danramil, Asisten kebun dilingkungan PT.PN V Distrik Barat, kepala desa dari 5 desa sekitar kebun PTPN V dan para warga yang memiliki hewan ternak, khususnya yang tinggal di sekitar perusahaan.
Dalam sosialisasi itu, GM PTPN V Tandun , Sugianto, menyampaikan bahwa pihaknya sering mengalami berbagai persoalan terkait hewan ternak warga sekitar perusahaan , baik hewan ternak sapi maupun kambing.
Hewan ternak yang dibiarkan bebas berkeliaran mencari makan dikawasan perkebunan PT.PN V, tanpa pengawasan, sehingga hewan ternak melakukan pengrusakan terhadap tanaman.
"Dilaksanakan sosialisasi penertiban hewan ternak ini, tujuannya agar warga sekitar perusahaan yang memiliki usaha ternak sapi atau kambing, bisa saling menjaga, supaya usaha perkebunan berjalan lancar, dan peternakan warga juga lancar," sebut Sugianto.
Dalam sosialisasi itu, pemateri juga menyampaikan, bahwa pemeliharaan hewan ternak sistem kandang, memiliki banyak manfaat. Pertama, kondisi hewan ternak terawat. Kedua kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, dan juga merupakan bahan baku biogas.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Tandun IPTU Ulik Iwanto menambahkan, bahwa pemilik hewan ternak yang membiarkan hewan ternaknya merusak tanaman, juga bisa dikenakan hukuman pidana, sesuai aturan yang berlaku.
"Mari saling kerjasama untuk menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan kita," ajak Kapolsek Tandun Ulik.(lim)
































































