Oleh : Abdul Wahid*
KEMERDEKAAN
Jangan TERPERDAYA tersebab sudah Merdeka
Karena Merdeka tanpa MARWAH...
Hakikinya masih TERJAJAH..
KEMERDEKAAN yang diraih oleh bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, bukan merupakan pemberian yang begitu saja datang dari pihak penjajah Belanda dan Jepang. Namun adalah hasil perjuangan segenap bangsa Indonesia yang mengorbankan harta benda bahkan nyawa, perjuangan yang tiada henti walau hanya bermodalkan bambu runcing tetap maju menghadapi selongsong peluru bedil dan moncong meriam.
Para pejuang kemerdekaan tidak mengharapkan apa – apa selain Negara Indonesia MERDEKA, mereka berjuang dengan semangat membara. Hanya ada satu kata “ MARDEKA ATAU MATI”, semboyan inilah yang menjadi cambuk bagi mereka untuk mewujudkan MARDEKA tersebut. Setelah 78 tahun kemerdekaan itu di proklamirkan, namun cita – cita luhur dari kemerdekaan itu belum juga terwujud, sebuah harapan para pendiri bangsa ini yaitu, “Mencapai kehidupan yang adil makmur sejahtera lahir dan batin bagi seluruh bangsa Indonesia”.
Di peringatan hari kemerdekaan yang ke 78 tahun ini, saatnya kita melakukan introspeksi diri, mengapa harapan dan cita –cita luhur itu makin jauh untuk digapai. Apa yang penyebabnya,,, ? Adalah masalah moral segenap bangsa ini yang menjadi penentunya, apakah cita –cita itu dapat diwujudkan atau hanya sekedar menjadi angan – angan. Kenapa masalah moral! Karena kehidupan bangsa ini semakin terpuruk dalam ekonomi akibat korupsi, para pemimpin tidak lagi menepati janji, kemakmuran hanya untuk segelintir orang saja, saling hujat antar sesama anak bangsa, LGBT dan semakin jauhnya rasa keadilan bagi semuanya. Semua berpuncak pada moralitas anak bangsa saat ini yang semakin jauh dari nilai – nilai luhur bangsa dan agama.
Sebagaimana Nabi besar Muhammad SAW diutus kemuka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak manusia. Karena kemuliaan akhlak adalah kunci sukses kehidupan manusia di dunia hingga akhirat. Dan hal itu saat ini terbukti bahwa penyimpangan moral/akhlak adalah sumber malapetaka dalam kehidupan manusia. Sekilas mungkin kata moral dan akhlak sangat mudah untuk diucapkan tapi, tidak semua orang yang bisa menerapkan prilaku moral dan akhlak yang benar dalam kehidupan nya.
Setelah 78 tahun Kemerdekaan, segenap bangsa Indonesia patut kembali kepada khittah, sebagai bangsa yang santun, berbudaya dan menjunjung tinggi norma agama. Jangan bangsa ini larut dalam bayang – bayang bangsa lain dengan budaya dan pola hidup yang tentunya tidak sesuai dengan pola hidup dan budaya bangsa Indonesia.
Hendaklah disadari kalau bangsa Indonesia terus bercermin dengan budaya asing, berarti KEMERDEKAAN belum kita nikmati secara sempurna. Karena secara fisik mungkin kita sudah mardeka, namun secara budaya, pola hidup dan pemikiran ternyata kita masih suka dijajah oleh bangsa Asing.*
Penulis; Ka Subbag TU Kemenag Kota Pekanbaru









































