Oleh: H. Abdul Wahid M.IKom
Lima Urgensi dalam Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
MOMENTUM Peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW yang jatuh pada 8 Oktober 2022 atau 12 Rabiul Awwal 1444 H, setidaknya ada Lima hal yang dapat kita lakukan dan ambil hikmahnya sebagai ummat Islam.
Pertama, momen peringatan Maulid Nabi ini hendaknya dijadikan sebagai momen untuk memperbanyak sholawat. Dengan puji pujian kepada baginda nabi dengan memperbanyak sholawat, diharapkan kita mendapat safaat dari beliau di akhirat kelak. Kita juga diharapkan mampu mengenang perjuangan-perjuangan kehidupan Nabi, karena sejak lahir beliau adalah anak Yatim, ayahanda beliau Abdullah telah meninggal Dunia ketika nabi masih dalam kandungan ibu nya.
Yang kedua, bersyukur, sebagai wujud syukur kita umat Islam yang hidup lebih kurang 1500 tahun dari kelahiran beliau, kita masih diberikan sinar keimanan, cahaya keimanan dihati sanubari kita yang dibawa oleh baginda Rosul, karena tentu tanpa kelahiran beliau, kita tidak akan mendapat sinaran keimanan ini, kita tidak pernah berjumpa, jauh jaraknya dengan tanah kelahiran beliau di Arab sana, akan tetapi sinar cahaya itu sampai kepada kita, karena itu kita patut mensyukurinya dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Berikutnya yang Ketiga, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah bagian untuk menumbuhkan dan membangkitkan rasa cinta kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, karena seiring dengan zaman, kalau kita tidak mengingat ingat, mengulang ulang, mengenang, maka rasa cinta itu akan terguras, dan kalau kelahiran Nabi tidak kita peringati lagi, maka cucu-cucu kita dimasa mendatang tidak memiliki rasa cinta yang kuat kepada baginda Nabi, karena itu momentum Maulid Nabi adalah bagian dari menumbuhkan rasa cinta dan sayang kita kepada Rasul.
Keempat, dalam rangka meneladani. Kita sebagai umat Nabi, tentunya kita harus meneladani sunnah- sunnah rasul dalam kehidupan sehari hari, dalam dalam perbuatan, perkataan, pergaulan, cara mencari nafkah, beribadah, semuanya. Karenanya momentum peringatan maulid ini hendaknya kita jadiakan sebagai bagian dari merefres sejauhmana kita telah meneladani kehidupan Rosulullah SAW.
Selanjutnya yang kelima, untuk membangkitkan kembali spirit perjuangan Baginda Nabi, jadi kita yang hidup di zaman ini adalah pengamban amanah estafet dakwah perjuangan Rosulullah SAW, jadi bukan berarti kita setelah memeluk Islam, tidak ada perjuangan, kita juga mendapatkan amanah untuk menjalankan dakwah sebagaimana Rosulullah yang telah menyampaikan dakwah kepada kita umat nya, matrikan dakwah itu mulai dari keluarga kita, dan lingkungan sekitar kita.
Tentunya kita berharap peringatan Maulid Nabi di Kota Pekanbaru ini dapat berlangsung aman dan nyaman. Tanpa melakukan sesuatu yang berlebihan yang sifatnya hura-hura, jadikan momentum peringatan Maulid Nabi ini untuk Lima hal tadi, bersholawat, bersyukur, membangkitkan rasa cita kepada Baginda Nabi, meneladani kehidupan rasullulah, dan melanjutkan estafet perjuangan Rasullullah. **
Penulis adalah Plt Kepala Kantor Kementeriman Agama Kota Pekanbaru

































































