Komsos, Babinsa Kelurahan Sukaramai Minta Warga Waspadai DBD
RIAUPUNYA-- Babinsa Kelurahan Sukaramai Pelda Herman Cokro dan Serda Sumarsono mengimbau warga diwilayah teritotial agar mewaspadai demam berdarah dengue (DBD).
Hal itu ditegaskan anggota Koramil 02 Kota Kodim 0301 Pekanbaru saat melakukan komunikasi sosial (komsos) ke warga Jalan Kopi RW 01 RT 03 Kelurahan Sukaramai Kecamatan Pekanbaru Kota, Jumat (27/11/2020).
"Sekarang sudah memasuki musim penghujan, selain covid-19, warga diminta mewaspadai penyakit Demam berdarah dengue (DBD)," kata Pelda Herman Cokro yang disambut Ketua RW 01 Iswandi dan RT 03 Heri.
Karenanya, Babinsa yang sudah bertugas di Kelurahan Sukaramai lebih dari 12 tahun ini meminta masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan nya masing-masing.
"Pencegahan harus kita lakukan segera baik secara individu maupun bergotong royong agar terhindar dari terjangkitnya DBD," sebutnya
Didalam mencegah DBD masyarakat kata Herman juga mengenal 3 M .Yakni Menguras, Menutup dan Mengubur.
M yang pertama menguras adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
Kemudia M kedua menutup.Adalah dengan menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sejenisnya.
Kemudian M yang ketiga, Mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.
Sebagaimana diketahui data dari dinas kesehatan sampai November 2020 tercatat ada 481 kasus. Terbanyak Kecamatan Tenayanraya 84 kasus, Tampan 77 kasus, Marpoyan Damai 67 kasus, Payung Sekaki 67 kasus, Bukitraya 53 kasus, Limapuluh 36 kasus, Rumbai 30 kasus, Rumbai Pesisir 25 kasus, Senapelan 20 kasus, Sukajadi 18 kasus, Pekanbaru Kota dan Sail masing-masing 7 kasus.
Untuk Provinsi Riau total ada 2.788 kasus DBD. Kabupaten Bengkalis menjadi penyumbang terbanyak 509 kasus, diikuti Kota Pekanbaru 481 kasus, Kota Dumai sebanyak 355 kasus,Kabupaten Siak 298 orang, Kuantan Singingi 256 orang, Kabupaten Kampar 246 orang, Kabupaten Indragiri Hulu 166 kasus, Kabupaten Pelalawan 150 kasus, Kabupaten Rokan Hulu 140 kasus, Kepulauan Meranti 106 orang, Indragiri Hilir 45 orang dan Rokan Hilir 43 orang.(Wal)
































































