Kamis, 08 November 2018 - 00:00:00 WIB

Dari Mini Colloquium FAI UIR

Sistem Pendidikan Warisan Penjajah tak Mampu Kembalikan Kegemilangan Melayu Islam

Riaupunya.com -- Sistem pendidikan barat modern (sekular) warisan penjajah yang dipraktikkan pada hari ini tidak mampu mengembalikan kegemilangan masyarakat Melayu Islam bersama jati dirinya. Ini karena, meskipun setiap pendidikan sama ada Islam, sekular, sosialis dan kapitalis membangunkan perkara yang sama, yaitu kognitif, psikomotor dan efektif dalam diri manusia.

Namun konsep pembangunannya berbeda antara satu sama lain daripada perbedaan ontologi tentang kejiawaan manusia, pertentangan epistimologi ilmu dan pelbagai metodologi pembangunan yang digunakan.

Pemikiran itu disampaikan Solahuddin Abdul Hamid, Nor Azzuwal Kila dan Rafidah Mohamad Cusairi dari Pusat Pengajian Bahasa, Tamadun dan Falsafah Kolej Sastera dan Sains Universiti Utara Malaysia pada Mini Colloquium yang ditaja Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau bekerjasama dengan School of Language Civilization of Philosophy UUM di Gedung Rektorat UIR Pekanbaru, Kamis siang 8 November 2018.

Kegiatan ilmiah dengan tema, 'Peningkatan Peran Pendidikan dan Ekonomi Islam Melayu Serantau' itu dibuka Rektor UIR Prof. Dr. H. Syafrinaldi, SH, MCL. Hadir Wakil Rektor I Dr. H. Syafhendry, Dekan FAI Dr. Zulkifly MM, ME.Sy, Dekan Pusat Pengajian Bahasa Tamadunn dan Falsafah UUM Prof. Dr. Shukri Ahmad, Wakil Dekan FAI Dr. Hamzah, dosen dan mahasiswa Fakultas Agama Islam.

Dalam Mini Colloquium ini, Panitia menghadirkan pemakalah dari UIR dan UMM. Mereka adalah Prof. Dr. Shukri Ahmad, Prof. Madya Dr. Khadafi Rofie, Kamaarudin Ahmad, Azman Md Zain, Ruzaimah Zainol Abidin, Salahuddin AbdulHamid, Nor Azzuwal Kila dan Rafidah Mohamad Cusairi.

Selain itu Hishamuddin Isam, Mohmad Khadafi Hj Rofie, Mohd NizhoAbdul Rahman, Solahuddin Abdul Hamid, Azman Md Zain, Muhammad Amar Mahmad, Mohd Akram Dato' Dahaman Dahlan. Juga Miftah Syarif, Munawar Kholil, Daharmi Astuti, Boy Syamsul Bakhri, Maulana. Serta moderator Dr. Saproni, M.Ed dan Dr. Syahraini Tambak, MA.

Dalam makalahnya bertajuk, 'Kesepaduan Pembangunan Mapan dan Keutuhan Jati Diri Dalam Masyarakat Melayu-Islam: Islamisasi Ilmu Sebagai Penyelesaian', Solahuddin Abdul Hamid, Nor Azzuwal Kila dan Rafidah Mohamad Cusairi menjelaskan, Melayu dari sudut maknawi yang bersifat ilmiah dan historis adalah beragama Islam, berbahasa Melayu dan beradat resam Melayu.

Pengaruh Islam sangat signifikan dalam mempengaruhi pemikiran dan tingkah laku mereka. Islam, katanya, juga bertindak sebagai faktor penentu terhadap pembinaan tradisi budaya Melayu yang gemilang selama lebih dari enam abad. Namun, lanjut pensarah UMM itu, penjajahan dalam masa panjang secara perlahan-lahan telah menindas, menyisih dan menyebabkan kehancuran budaya, sikap mental, kehilangan identiti, harga diri dan kurang semangat dalam kalangan mereka akibat tekanan struktural yang diciptakan oleh kaum kolonial yang bersilih ganti.

''Sistem pendidikan barat modern (sekular) warisan penjajah yang dipraktikkan pada hari ini tidak mampu mengembalikan kegemilangan masyarakat Melayu Islam bersama jati diri mereka,'' kata Solahuddin Abdul Hamid, Nor Azzuwal Kila dan Rafidah Mohamad Cusairi.

Dalam pandangannya, seharusnya ia hendaklah berteraskan kepada sistem pendidikan Islam yang bersepadu sifatnya dan terbentuk dari falsafah serta kerangka Islam sendiri. ''Seterusnya, menjadi nilai dan falsafah hidup seseorang dalam membentuk sikap dan cara pekerjaannya.

Mini Colloquium ini bertujuan meningkatkan kompetensi dosen, menambah wawasan ilmu pengetahuan serta meningkatkan kerjasama antara UIR dengan UMM. Menurut Dekan FAI Zulkifli Rusby, kedua universitas melalui fakultas masing-masing akan terus merealisasikan program-program kerjasama yang sudah disepakati. ''Bisa dalam bentuk seminar bersama juga dapat dalam wujudkan kegiatan lain yang mengarah kepada pengembangan ilmu keislaman dan peningkatan sumberdaya manusia kedua pihak,'' kata Zulkifli. (rls)

Berita terkini

UIR dan Telkomsel Sepakat Jalin Kerjasama

Rabu, 07 November 2018 - 00:00:00 WIB

KPU Goes to Campus Sambangi Unri

Rabu, 07 November 2018 - 00:00:00 WIB

Mobile Infusion Bag, Inovasi baru Ciptaan FKp Unri

Selasa, 06 November 2018 - 00:00:00 WIB

368 Mahasiswa FKIP UIR Khatam Al Quran

Rabu, 31 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

11 Mahasiswa UTHM Kunjungi Unilak

Rabu, 31 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

Mahasiswa Umri Harus Memiliki Jiwa Kewirausahawan

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

Majelis Litbang Dikti PP Muhammadiyah puji Kemajuan Umri

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

Tiga mahasiswa Unilak Juara di EA II LLDIKTI

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

Ribuan Mahasiswa Ikuti Kuliah Umum EA di UIR

Jumat, 26 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

LDIK UIR Belajar Tata Kelola DPPA di UII

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

Yudisium Fakultas Hukum Unilak, Pemuncak Diberi Penghargaan

Kamis, 11 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

13 Oktober, 1169 Mahasiswa Unilak akan Diwisuda

Rabu, 10 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

54 Mahasiswa Unilak Resmi Bergelar Sarjana Pertanian

Kamis, 04 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB
4 Mahasiswa Asal Thailand

1.375 Mahasiswa UIR Diwisuda Besok

Jumat, 28 September 2018 - 00:00:00 WIB

Lulus Sertifikasi Dosen, 11 Dosen Unilak Terima Sertifikat

Jumat, 28 September 2018 - 00:00:00 WIB

Besok, Unilak Gelar Seminar Keuangan dan Perbankan

Selasa, 25 September 2018 - 00:00:00 WIB

FAI UIR Pelopori Islamic Entrepreneurship and Business Centre

Selasa, 25 September 2018 - 00:00:00 WIB

Rektor Unilak Terima Kunjungan KPPU Indonesia

Selasa, 25 September 2018 - 00:00:00 WIB

Fakultas Teknik UIR Yudisium 191 Sarjana

Senin, 24 September 2018 - 00:00:00 WIB

Gugus Depan Pramuka UIR Terbentuk

Minggu, 23 September 2018 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+