PSI dan Partai Idaman Tolak Ambang Batas Capres
RiauPunya.com -- Partai Islam Damai Aman (Idaman) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak ambang batas pencalonan presiden atau presidential Threshold. Hal tersebut disampaikan saat rapat dengar pendapat bersama dengan Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu.
"Kalau (ambang batas) parlemen masih okelah, karena masih bisa dijelaskan. Tapi kalau presidential threshold memang tidak bisa dilaksanakan, dengan pemilu langsung ini serentak ini dari mana mau mengambil threshold ini. 20% itu dari mana," kata Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama saat rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Februari 2017.
Rhoma Irama mewakili partainya diundang dalam rapat dengar pendapat oleh DPR untuk dimintai masukan terkait RUU Pemilu. Pansus RUU Pemilu meminta masukan dari partai-partai yang baru disahkan oleh Menkum HAM.
Rhoma pun menyoroti soal verifikasi faktual yang menjadi mekanisme atau syarat bagi partai untuk mengikuti pemilu. Ia setuju dengan adanya aturan tersebut.
"Kalau mau fair seperti itu, karena yang namanya partai kan ada dinamika, belum tentu yang sekarang eksisten misalnya next dia tetap seperti itu. Kondisinya ada dinamika dalam perpolitikan ini. Jadi kalau fair memang harus kita semua diverifikasi ulang," kata Rhoma.
Sementara Ketua Umum PSI Grace Natalie, yang hadir dalam rapat juga menyatakan partainya menolak tegas adanya aturan Presidential Threshold. Itu menurutnya agar prinsip equal playing battlefield dan asas pemilu bebas serta adil bisa terwujud.
"Setiap partai pemilu, baik partai baru maupun partai lama berhak memperoleh perlakuan yang sama untuk mencalonkan presiden dan wakil presiden," ucap Grace.
Sumber : Detik.com



















































