Semarak Milad ke-114 Muhammadiyah
Asah Kreativitas Anak di Era Digital, FSI UMRI dan Aisyiyah Gelar Seminar Parenting
PEKANBARU -- Dalam rangka menyemarakkan Milad ke-114 Muhammadiyah, Fakultas Studi Islam (FSI) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) berkolaborasi dengan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Riau menggelar kegiatan pembinaan dan pengembangan kreativitas anak melalui Seminar Parenting bertajuk Kreativitas Anak Cemerlang di Era Digital, Senin 2 November 2026 di Auditorium Kampus Utama UMRI.
Kegiatan ini diikuti oleh para guru, orang tua, serta aktivis Muhammadiyah dan Aisyiyah di Provinsi Riau. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi wujud sinergi dalam memperkuat peran keluarga, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda yang berkarakter Islami.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan Teater Anak Islam dan Da'i Cilik binaan Akademi Cemerlang Indonesia. Melalui penampilan tersebut, anak-anak menunjukkan kemampuan seni peran, keberanian berbicara di depan publik, serta menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan pendekatan kreatif dan edukatif.
Penampilan ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam mengembangkan potensi anak. Melalui seni teater, anak-anak dilatih untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, serta kerja sama. Sementara itu, penampilan Da'i Cilik menjadi wadah pembinaan keberanian dan kemampuan berdakwah sejak dini dengan bahasa yang komunikatif dan sesuai dengan perkembangan usia anak.
Dekan Fakultas Studi Islam UMRI Dr. Santoso, S.S., M.Si., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mempersiapkan generasi Islam yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, pendidikan anak perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek intelektual, spiritual, emosional, dan sosial. Oleh karena itu, pembinaan kreativitas menjadi bagian penting dalam membentuk kepribadian anak agar tumbuh menjadi generasi yang mandiri, percaya diri, dan berakhlak mulia.
Terlebih di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, anak-anak membutuhkan pendampingan yang tepat dari orang tua maupun lingkungan pendidikan. Teknologi perlu diarahkan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan potensi, bukan justru menjadi faktor yang menghambat perkembangan sosial, emosional, dan spiritual anak.
Kolaborasi FSI UMRI bersama PWA Riau juga mencerminkan pentingnya sinergi gerakan pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam membangun generasi masa depan. Keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendukung lahirnya generasi berilmu, berakhlak, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk aktualisasi semangat Milad ke-114 Muhammadiyah. Gerakan pencerahan tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan institusi pendidikan, tetapi juga melalui kerja nyata dalam pembinaan keluarga, penguatan karakter, pengembangan kreativitas, dan pemberdayaan generasi muda.
Melalui Akademi Cemerlang Indonesia, FSI UMRI berupaya menghadirkan ruang pengembangan potensi anak yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kreativitas seni, keterampilan komunikasi, dan pembentukan karakter.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan yang mencerahkan kehidupan. Sebab, membangun masa depan umat dan bangsa harus dimulai melalui pembinaan generasi sejak dini.
Melalui momentum Milad ke-114 Muhammadiyah ini, FSI UMRI bersama Aisyiyah Riau berharap kolaborasi dalam bidang pendidikan dan pengasuhan anak dapat terus diperkuat. Anak-anak bukan sekadar generasi penerus, melainkan generasi masa depan yang perlu dipersiapkan agar tumbuh menjadi pribadi yang berkemajuan, berkarakter Islami, kreatif, dan mampu menjadi pelaku perubahan di tengah masyarakat. (rls./ansir)
























