Senin, 14 September 2026 - 16:45:24 WIB

Komitmen Pemerintah Tangani Pelanggaran HAM Terus Berjalan, Masyarakat Diajak Jaga Kedamaian

Ilustrasi AI

JAKARTA – Wacana September Hitam kembali menjadi ruang refleksi publik terhadap berbagai persoalan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) masa lalu. Di tengah aktivitas dan diskusi yang berkembang di ruang digital, masyarakat diharapkan tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstruktif.

Pengamat politik dari Indeks Data Nasional (IDN), Ayip Tayana, menilai kemunculan isu September Hitam dapat menjadi momentum untuk mengingat kembali persoalan HAM yang belum sepenuhnya selesai.

Menurutnya, aktivisme digital terkait isu tersebut pada dasarnya dapat menjadi pengingat kolektif masyarakat. Namun, ia mengingatkan agar gerakan tersebut tidak berkembang menjadi mobilisasi emosi maupun kebencian.

“Fenomena September Hitam ini secara umum bagian dari aktivisme digital yang positif sebagai pengingat kolektif publik. Tetapi jangan sampai berubah menjadi mobilisasi emosi,” kata Ayip kepada awak media, Ahad 13 September 2026.

Menurut Ayip, penyampaian aspirasi melalui demonstrasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, perkembangan penyelesaian HAM membuat tuntutan masyarakat sebaiknya diarahkan pada persoalan yang lebih konkret, khususnya memastikan proses pemulihan korban berjalan efektif dan mencegah terulangnya pelanggaran serupa.

“Demonstrasi terkait September Hitam bagian dari demokrasi. Namun pertanyaannya, apakah demonstrasi hanya satu-satunya jalan untuk mendorong penyelesaian persoalan, di sini mahasiswa dan masyarakat sipil perlu evaluasi,” ujarnya.

Ayip menilai langkah pemerintah yang telah mengakui 12 pelanggaran HAM berat masa lalu dan berkomitmen melakukan pemulihan terhadap korban perlu terus dikawal secara konstruktif. Masyarakat sipil, kata dia, dapat berkontribusi melalui riset, pengawasan, maupun penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.

“Mahasiswa jangan cuma jadi kelompok penekan, tetapi juga harus penggerak solusi. Misalnya, melalui riset, bekerja sama dengan kampus atau Kementerian HAM, LPSK, atau organisasi masyarakat lainnya agar menjadi usulan kebijakan terukur untuk penyelesaian pelanggaran HAM ini,” jelasnya.

Sementara itu, analis politik dan isu intelijen Boni Hargens mengingatkan masyarakat agar menyikapi wacana Black September secara proporsional. Menurutnya, kekhawatiran berlebihan justru dapat menciptakan ketegangan sosial yang tidak diperlukan.

“Meski wacana ini memanfaatkan momen historis, bukan indikasi ancaman yang tak tertanggulangi. Percayalah, Polri, TNI memiliki kapabilitas dan pengalaman yang terbukti dalam menjaga keamanan nasional,” tegas Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) tersebut.

Dengan demikian, penyampaian aspirasi mengenai HAM diharapkan tetap menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat, sekaligus mendukung terciptanya suasana masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.**

Berita terkini

Babinsa Imbau Warga Jaga Kamtibmas Selama Ramadan 1422 H

Senin, 19 April 2021 - 11:10:39 WIB

Dampingi 434 KK Terima BST, Ini Pesan Sertu Edy Priyanto

Minggu, 18 April 2021 - 08:30:16 WIB

Serda Khairuddin: Tetap Jaga Prokes, Jangan Berkerumun!

Sabtu, 17 April 2021 - 12:03:10 WIB

Komsos ke Dafam Hotel, Ini Pesan Babinsa

Sabtu, 17 April 2021 - 11:16:16 WIB

Serda Marzuki Berbagi Kuota Internet Gratis ke Siswa

Rabu, 14 April 2021 - 10:24:51 WIB

Babinsa Imbau Imigran Tetap Patuhi Prokes saat Demo

Senin, 12 April 2021 - 09:37:52 WIB

Komsos ke Warga, Ini yang Pesan Serda Sumarsono 

Minggu, 11 April 2021 - 11:42:10 WIB

Serda Khairuddin Goro di Gang Palapa

Minggu, 11 April 2021 - 10:13:16 WIB

Babinsa: Disiplin Protokol Kesehatan Harga Mati!

Sabtu, 10 April 2021 - 06:44:44 WIB

Patroli Wilayah, Ini Imbauan Babinsa Sukaramai

Kamis, 08 April 2021 - 11:51:14 WIB

Babinsa.Monitoring dan Komsos ke Puskesmas 

Rabu, 07 April 2021 - 11:37:29 WIB

Komsos ke Kantor Lurah, Ini Pesan Babinsa Tanahdatar 

Selasa, 06 April 2021 - 09:56:22 WIB

Babinsa Kelurahan Kotabaru dan Penegakan Prokes

Minggu, 04 April 2021 - 07:53:06 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+