Selasa, 15 September 2026 - 13:45:44 WIB

PWI Riau Umumkan Karya Terbaik LKTJ Raja Ali Kelana 2026

PEKANBARU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menggelar pengumuman dan penyerahan penghargaan Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Raja Ali Kelana 2026 di Sekretariat PWI Riau, Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Selasa 15 September 2026.

LKTJ Raja Ali Kelana 2026 mengangkat tema “Energi Terbarukan dan Lingkungan Hijau”. Batas akhir pengiriman karya ditetapkan pada 15 Agustus 2026.

Dalam ajang tersebut, Fithriady Syam ditetapkan sebagai pemenang. Pengumuman pemenang disampaikan oleh dewan juri, Harry B Koriun.

Selain pemenang utama, PWI Riau juga menetapkan lima nominator, yakni Andy Indrayanto, Bambang Prayetno, Henny Elyati, M Rio Aldo, dan Zulfadhli. Para nominator turut mendapatkan sagu hati sebagai bentuk apresiasi.

Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, mengatakan pengumuman LKTJ Raja Ali Kelana 2026 kali ini dikemas bersamaan dengan diskusi bertema “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau”.

“Terima kasih kepada sekitar 50 pemimpin redaksi yang hadir dalam rangka pengumuman Ali Kelana dan diskusi. Penyerahan biasanya dengan acara seremonial. Tapi karena efisiensi, kita tetap mengadakan penyerahan hadiah sekaligus diskusi,” ujar Raja Isyam.

Menurutnya, LKTJ Raja Ali Kelana menjadi salah satu wadah bagi wartawan untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. Pengangkatan tema energi terbarukan dan lingkungan hijau juga menjadi bagian dari upaya mendorong perhatian terhadap isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri 50 pemimpin redaksi media di Riau. Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau Supriyadi, sejumlah mitra kerja PWI, serta perwakilan RRI.

Selain pengumuman LKTJ, kegiatan juga diisi diskusi mengenai tantangan dan masa depan pers di Riau. Raja Isyam menyoroti masih adanya oknum yang mengatasnamakan wartawan tetapi menjalankan praktik jurnalistik yang tidak sesuai dengan profesionalisme dan etika pers.

“Oknum itu memeras, menggertak, bahkan melakukan tindakan intimidatif. Inilah tantangan kita hari ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Riau Supriyadi mengatakan perkembangan media di Riau harus diiringi dengan penguatan profesionalisme insan pers.

“Media di Riau terus bertumbuh. Harus ada organisasi bernaung, paling tidak untuk berdiskusi,” katanya.

Diskusi tersebut menghadirkan Pemimpin Redaksi Tribun Pekanaru Erwin Ardian dan Dosen sekaligus peneliti Suyanto sebagai narasumber. Pembahasan mencakup perkembangan media, profesionalisme wartawan, serta pentingnya menjaga etika jurnalistik di tengah perubahan ekosistem media.***

Berita terkini

Bupati Buka Muskab PMI Inhil Tahun 2017

Senin, 21 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Pembangunan SPAM Durolis Resmi Dimulai

Senin, 21 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Baru Disurati, DPRD Pekanbaru Belum Kembalikan 45 Mobdin

Kamis, 17 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Hut ke 72 RI, Desa Damai Lounching Website Resmi

Rabu, 16 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Azwan, Minta Dinas Terkait Awasi Penggalian Jalan

Senin, 14 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Penghijauan dan Bakti Sosial Pemdes Pematang Tebih

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Tim Paskibraka Rohil Rampungkan Latihan

Jumat, 11 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Segera Dilakukan Dishub Dumai

Jumat, 11 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Riau Dipercaya Jadi Tuan Rumah Hakteknas Tahun 2018

Kamis, 10 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Bupati : Mari Tingkatkan Kinerja dan Rebut Anggaran Pusat

Rabu, 09 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+