Senin, 27 Juli 2026 - 09:40:16 WIB

UMRI Lepas 2.093 Mahasiswa KKN 2026 : Jadi Duta Persyarikatan dan Siap Mengabdi di Dalam dan Luar Negeri

PEKANBARU -- Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) secara resmi melepas 2.093 mahasiswa yang terlibat dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 pada Senin 27 Juli 2026 pagi di area Kampus Utama Umri. Acara pelepasan ini menandai dimulainya pengabdian para mahasiswa yang akan disebar ke berbagai daerah di Indonesia hingga ke luar negeri sebagai bagian dari pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Umri, Dr Aidil Haris, SSos MSi., dalam laporannya menyatakan bahwa KKN Umri 2026 melibatkan 2.093 mahasiswa yang dibagi ke dalam beberapa skema pelaksanaan. Sebanyak 23 mahasiswa mengikuti KKN Muhammadiyah–'Aisyiyah (MAS) PTMA di Universitas Muhammadiyah Malang. 20 mahasiswa berpartisipasi dalam KKN Internasional di Malaysia bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kuala Lumpur, dan satu mahasiswa melaksanakan KKN di Arab Saudi.

Di samping itu, 48 mahasiswa lainnya terjun ke dalam empat kelompok KKN di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Sedangkan 2.001 mahasiswa yang tersisa mengikuti KKN Reguler yang tersebar di Kota Pekanbaru dan sejumlah kabupaten di Provinsi Riau, seperti Siak, Kampar, Indragiri Hulu, Pelalawan, dan Kuantan Singingi.

Dalam penekanannya, Dr Aidil Haris mengingatkan seluruh peserta untuk dapat menjadi pionir Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di tengah-tengah komunitas. Mahasiswa diharapkan dapat menghidupkan aktivitas keagamaan dengan gerakan salat berjamaah di masjid dan program Maghrib Mengaji di masjid maupun musala di lokasi KKN.

"Mahasiswa KKN Umri harus menjadi pelopor Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di tengah masyarakat, mulai dari menggerakkan salat berjamaah hingga program Maghrib Mengaji di masjid dan musala," ujarnya.

Ia juga meminta mahasiswa menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) maupun Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di lokasi KKN guna menghidupkan aktivitas Persyarikatan. Selain itu, peserta diminta menghormati budaya setempat, menjaga marwah dan nama baik Umri melalui sikap dan tutur kata yang santun, serta menjadi duta promosi penerimaan mahasiswa baru (PMB) Umri.

"Kami berharap seluruh peserta mampu menjalin koordinasi dengan Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah, menghormati budaya setempat, menjaga marwah Umri melalui sikap dan tutur kata yang baik, serta menjadi duta promosi Umri di tengah masyarakat," pesannya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Umri, Prof Dr Jufrizal Syahri, MSi., menegaskan bahwa KKN UMRI 2026 merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama di bangku kuliah sehingga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, setiap peserta KKN merupakan representasi kampus sekaligus duta Persyarikatan Muhammadiyah yang harus senantiasa menjaga nama baik institusi.

"KKN adalah momentum bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan ilmu yang dimiliki agar mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Jadilah representasi terbaik Umri dan Persyarikatan Muhammadiyah," tegasnya.

Prof Jufrizal juga berpesan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan, menjaga etika, menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta mengutamakan keselamatan dan kedisiplinan selama menjalankan KKN.

"Jagalah etika, disiplin, keselamatan, dan kemampuan beradaptasi dengan masyarakat. Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi pembeda yang tercermin dalam setiap program kerja dan pengabdian mahasiswa," harapnya.

Kepada dosen pembimbing lapangan (DPL), ia mengingatkan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan mahasiswa serta memastikan seluruh kegiatan KKN berjalan sesuai dengan tujuan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Menurutnya, nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi ciri khas yang membedakan mahasiswa Umri dari perguruan tinggi lain dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Tampak hadir dalam pelepasan mahasiswa KKN UMRI 2026, seluruh Wakil Rektor, Badan Pembina Harian (BPH), Dekan Fakultas, Direktur Sekolah Pascasarja, Kepala Biro, Pimpinan Lembaga, Unit, dan Kantor, Dosen Pembimbing Lapangan, serta Mahasiswa KKN di lingkungan Umri.

Melalui pelaksanaan KKN 2026 ini, Umri berharap seluruh mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, memperkuat eksistensi Persyarikatan Muhammadiyah di wilayah pengabdian, serta membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Riau melalui karya, etika, dan dedikasi selama menjalankan KKN.**

Berita terkini

Sepakat Jalin Kerjasama, UMRI dan USIM Teken MoU

Selasa, 22 Maret 2022 - 17:35:34 WIB

Pascasarjana Unilak Gelar Kegiatan Pengenalan Mahasiswa Baru

Sabtu, 19 Februari 2022 - 17:45:15 WIB

Hadiri Pelantikan Rektor UMRI, ini Harapan Rektor Unilak

Selasa, 08 Februari 2022 - 16:55:54 WIB

Hadiri Pelantikan Rektor UMRI, ini Pesan Muhadjir Effendi

Selasa, 08 Februari 2022 - 13:20:40 WIB

Lepas Purna Tugas Dosen Unilak, ini Pesan Rektor Junaidi

Jumat, 04 Februari 2022 - 11:35:10 WIB

Lepas 1961 Wisudawan, UIR Gelar Wisuda Secara Luring Perdana

Rabu, 02 Februari 2022 - 13:15:13 WIB

Ke Unri, UNAND Tingkatkan Kolaborasi Bidang Kemahasiswaan

Kamis, 20 Januari 2022 - 15:40:13 WIB

Unilak Jalin Kerjasama dengan SMKN 4 Pekanbaru

Rabu, 19 Januari 2022 - 23:50:55 WIB

Faperta Unilak Jalin Kerjasama dengan BBPP Lembang

Rabu, 19 Januari 2022 - 14:04:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+