Kamis, 18 Juni 2026 - 11:25:48 WIB

FGD dan Workshop SMSI Riau

AI Membantu Pekerjaan Media, Bukan Menggantikan Pekerjaan Media

BATAM -- Menghindari AI di dunia jurnalistik saat ini rasanya seperti menghindari mesin tik di awal abad ke-20 atau internet di era 2000-an. AI bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan realitas baru yang mendefinisikan ulang cara kerja ruang redaksi (newsroom).

Hal ini terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) dan Workshop bertajuk Artificial Intelligence (AI) yang digelar Serikat Media Siber (SMSI) Riau yang berlangsung 17-19 Juni 2026 di Batam, Kepulauan Riau.

FGD dan Workshop yang diikuti 31 pengurus dan anggota SMSI Riau ini menghadirkan menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang transformasi digital, media siber dan kecerdasan buatan. Mereka adalah Waletum SMSI Pusat dan juga CO Founder & CEO Props Ilona Juwita, Praktisi Media Digital Zabur Anjasfianto, serta sharing session terkait jurnalisme AI bersama Syam Irfandi.

Ketua SMSI Riau Luna Agustin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota SMSI Riau yang mengikuti kegiatan ini dan diharapkan bisa memberi manfaat ditengah terus berkembang nya kemajuan teknologi informasi saat ini.

"Kita harus menjadikan kegiatan selama tiga hari ini sebagai bagian untuk terus memperbaiki dan mendalami berbagai kemajuan teknologi yang terus berkembang," kata Luna saat membuka acara.

Luna juga menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah ikut memberikan kontribusi dalam kesuksesan, terutama Pemerintah Provinsi Riau dan juga pihak lainnya.

"Terimakasih kami sampaikan kepada pihak-pihak yang telah ikut mensukseskan kegiatan ini, semoga jalinan kerjasama yang terjadi bisa terus terjaga dengan baik," imbuhnya.

Bukan untuk Dihindari

Sementara dalam materinya Praktisi Media Digital Zabur Anjasfianto, dalam sesi pertama FGD dan Workshop yang dipandu Fitriady Syam menjelaskan bahwa seiring dengan terus banyak dan berkembangnya berbagai aplikasi berbasis AI yang bisa dimanfaatkan siapa saja untuk membuat karya, maka bagi kalangan jurnalis, mau tidak mau hal itu harus juga di ikuti.

"Tidak harus kita hindari, AI membantu pekerjaan media, bukan menggantikan pekerjaan media," ujarnya.

Ditengah kemajuan teknologi ini media Siber tidak hanya bisa mengandalkan kualitas pemberitaan semata, memanfaatkan media sosial dari berbagai platform harus dilakukan, karena audien saat ini lebih banyak terfokus kepada media sosial.

"Media sosial adalah kanal terbesar yang pernah dimiliki industri media. Media yang bertahan bukan yang paling besar, melainkan yang paling cepat beradaptasi terhadap perubahan perilaku audiens,"sebutnya.

Pada sesi kedua dalam sharingcsession terkait jurnalisme AI bersama Syam Irfandi, dia menekankan bahwa pemanfaatan AI dalam pekerjaan jurnalistik, memang sangat memberi kemudahan dan kecepatan, hanya saja apa yang dibuat AI tidak bisa dijadikan karya jurnalistik atau langsung di upload ke media siber.

"Harus ada koreksi juga yang dilakukan sebelum mengupload berita satu karya yang dibuat melalui AI. Dan yang perlu juga diingat, AI tidak bisa mendapatkan informasi langsung dari narasumber, dan itulah yang menjadi kelebihan kita sebagai seorang jurnalis, kita bisa melakukan wawancara langsung dengan narasumber, AI tidak," pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua Umum SMSI Pusat dan juga CO Founder & CEO Props Ilona Juwita dalam pemaparannya menyampaikan bahwa dengan "kekuatan" besar yang dimiliki SMSI seharusnya bisa menjadikan organisasi ini kuat dalam menghadapi arus perubahan audiens yang lebih cenderung ke media sosial sebagai alat mencari informasi.

"Jika saja SMSI mampu membuat jaringan dengan memanfaatkan medsos ini, akan menjadi kekuatan yang bisa meningkatkan penghasilan," ujarnya.

Karena diakuinya memanfaatkan keunggulan tulisan yang dimuat di website, saat ini itu saja tidak cukup, karya yang dibuat harus disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial.

"Mau tidak mau, kita di media siber ini harus melakukan terobosan dengan aktif di seluruh platform media sosial, dan jika kita mampu membangun jaringan yang baik dengan seluruh anggota , maka kita akan menjadi kuat dan akan mampu terus bertahan," tegasnya.

Karena itu, dia berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi SMSI untuk bisa memberi motivasi kepada anggotanya untuk bisa terus berkarya, dengan tentunya memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi AI untuk peningkatan kesejahteraan bersama.

"Mulai dari SMSI Riau, untuk bisa melakukan penguatan jaringan dengan membangun medsos masing-masing media siber. Sekali lagi, medsos yang ada harus dimanfaatkan dan dijadikan bagian untuk menghasilkan cuan," pungkasnya. ***

Berita terkini

Tahun 2019, Alumni Unri Mencapai 100.778 Orang

Kamis, 25 Juli 2019 - 18:45:03 WIB

Berkunjung ke Umri, Bank Muamalat Jajaki Kerjasama

Kamis, 25 Juli 2019 - 22:46:50 WIB

Dosen Diminta Aktif Meneliti

Kamis, 25 Juli 2019 - 14:19:37 WIB

Aras Mulyadi Lantik Tiga Pejabat Dilingkungan Unri

Selasa, 23 Juli 2019 - 13:45:38 WIB
Dari BAN PT

Prodi PG Paud FKIP Unilak Raih Akreditasi B

Selasa, 23 Juli 2019 - 16:00:59 WIB

Kunci agar Meraih Prestasi

Senin, 22 Juli 2019 - 18:05:51 WIB

Teh 'Tukul' yang Dapat MenCegah Berbagai Penyakit

Senin, 22 Juli 2019 - 16:35:15 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+