Sespimma Polri Angkatan 75 Pokjar V Gandeng Dinas TPH Jabar, Dorong Produktivitas Tanaman Jagung untuk Ketahanan Pangan
JAKARTA -- Sespimma Polri Angkatan 75 Pokjar V melakukan forum grup discussion (FGD) bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Jawa Barat, Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini membahas penguatan sinergi dan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Anjak Madya Sespimma Tommy Bambang Wirawan, Kombes Pol Tommy, mengatakan sinergitas dan kolaborasi menjadi hal penting yang terus dibangun antara Polri dan instansi pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut mengusung tema Optimalisasi Kerjasama Polri Dengan Dinas Tanaman Pangan & Holtikultura Provinsi Jawa Barat Guna Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung Dalam Rangka Terdukungnya Ketahanan Pangan. FGD ini dihadiri oleh 25 serdik Sespimma dari Pokjar V, ASN dari Dinas TPH Provinsi Jabar 14 orang, 21 mahasiswa dari UNPARI, 2 orang Pawas, 2 Patun dan 2 pendamping dari Sespimma.
"Sinergitas, kerjasama, dan lain-lain pasti kita laksanakan. Untuk kegiatan hari ini saya terima kasih, karena sudah diterima oleh Pak Kadis dan memang Polri lagi ada perintah dari pimpinan untuk swasembada pangan, khususnya jagung," katanya di Bandung, Senin, 4 Mei 2026.
Ia menjelaskan, selain jagung, terdapat juga fokus komoditas lain seperti padi yang menjadi perhatian dalam program ketahanan pangan Polri. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
Tommy berharap melalui kolaborasi tersebut, ketahanan pangan nasional dapat semakin kuat. Ia optimistis upaya bersama ini mampu mendukung percepatan pembangunan nasional.
"Mudah-mudahan pembangunan nasional bisa terus kita kejar, dan kita capai dengan ketahanan pangan yang mantap. Itu saja, terima kasih," tuturnya.
Terkait harapan ke depan, Tommy membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Dinas Pertanian, khususnya dalam peningkatan kapasitas personel Polri di bidang pertanian. Salah satunya melalui pelatihan dan pembekalan keahlian.
"Mudah-mudahan nanti kepala dari dinas pertanian untuk Polri sendiri, mungkin nanti ada pelatihan, kerjasama, dan dalam skup mungkin nanti dari polisi sendiri untuk mempersiapkan personilnya yang ahli di bidang pertanian," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Jawa Barat, Dadan Hidayat, mengungkapkan produksi jagung di Jawa Barat terus menunjukkan peningkatan. Hingga 2025, Jawa Barat menempati peringkat ketujuh secara nasional.
"Jadi untuk jagung ini Jawa Barat tadi, sampai dengan 2025 peningkat ke-7 tingkat nasional," ujarnya.
Dadan menjelaskan, peningkatan produksi jagung didorong oleh berbagai inisiatif, termasuk kerja sama antara pemerintah pusat, Polri, dan pemerintah daerah. Ia menyebut telah ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pimpinan Polri dan kementerian terkait.
"Tentunya upaya dan usaha bagaimana kita meningkatkan produksi jagung Jawa Barat tadi kita sudah dengar bersama, bahwa ada MoU yang kita tanda tangani, di tingkat pimpinan antara Polri dengan Pak Menteri, dan kami tingkat daerah dengan Polda Jabar," ucapnya.
Menurutnya, salah satu faktor penting dalam pengembangan pertanian adalah ketersediaan lahan. Dalam hal ini, Polda Jabar turut berinisiatif menyediakan lahan dari berbagai sumber, termasuk lahan perkebunan dan aset institusi.
Selain lahan, permodalan juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan jagung. Dadan menyebut adanya dukungan pembiayaan yang terhubung dengan perbankan dan koperasi internal Polri.
“Yang kedua juga ada permodalan, ini masalah utama permodalan, ternyata diinisiasi juga terkoneksi dengan Bank Himbara dan juga dengan Primkopol itu sendiri, dengan CSR,” katanya.
Ia menambahkan, aspek hilir seperti pemasaran juga telah dipersiapkan dengan baik. Hasil produksi jagung disebut telah terserap oleh Bulog maupun industri pakan ternak.
Dadan menekankan pentingnya membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Hal ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
"Jadi upaya peningkatan produksi harus dibarengi dengan hilirnya dan alhamdulillah, ekosistem pertanian ini sudah terbangun," katanya.
Ia berharap kejelasan pasar dan dukungan sistem yang ada dapat menarik minat anak muda untuk mengembangkan budidaya jagung. Dengan demikian, sektor pertanian dapat terus berkembang secara berkelanjutan. (lim)











































