Kamis, 23 April 2026 - 22:28:25 WIB

PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (tengah) dan Ketua Dewan Pers Prof Komaruddin Hidayat (kiri) saat berdiskusi tentang perlindungan karya jurnalistik dalam RUU Hak Cipta dengan moderator anggota Dewan Pers Dahlan Dahi (kanan) di Hall Dewan Pers, Kamis 23 April 2026. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menegaskan pentingnya perlindungan hukum terhadap karya jurnalistik dalam revisi Undang-Undang Hak Cipta yang saat ini tengah bergulir.

Hal tersebut disampaikan dalam forum penyerahan pokok-pokok pikiran Dewan Pers kepada Menteri Hukum Supratman Andi Agtas di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis 23 April 2026.

Dalam kegiatan itu, PWI Pusat diwakili Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Aat Surya Safaat, yang hadir bersama unsur konstituen Dewan Pers lainnya.

PWI menilai, penguatan regulasi hak cipta terhadap karya jurnalistik menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan ekosistem media digital yang semakin kompleks. Perlindungan tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjamin hak ekonomi dan moral wartawan, tetapi juga menjaga kualitas dan integritas produk jurnalistik.

Forum tersebut diawali dengan penyerahan dokumen pemikiran oleh Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, yang menekankan bahwa karya jurnalistik memiliki nilai strategis bagi publik dan kehidupan demokrasi.

Diskusi yang menyusul penyerahan dokumen itu turut menghadirkan Menteri Hukum dan Ketua Dewan Pers, dengan moderator anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi.

Selain PWI, sejumlah organisasi pers dan perusahaan media juga hadir, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen, Pewarta Foto Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, Asosiasi Media Siber Indonesia, serta Serikat Perusahaan Pers.

PWI memandang, revisi UU Hak Cipta harus mampu menjawab tantangan maraknya pelanggaran penggunaan karya jurnalistik di ruang digital tanpa izin, yang selama ini merugikan wartawan dan perusahaan pers.

Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan dukungannya terhadap penguatan perlindungan karya jurnalistik dalam regulasi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan industri media sekaligus menjamin hak publik atas informasi yang berkualitas.

Bagi PWI, momentum revisi Undang-Undang Hak Cipta menjadi peluang strategis untuk mempertegas posisi karya jurnalistik sebagai produk intelektual yang wajib dilindungi secara hukum dalam sistem nasional.**

Berita terkini

Babinsa Dampingi Masyarakat Vaksinasi di Mall Pekanbaru

Kamis, 17 Februari 2022 - 09:15:56 WIB

Babinsa Monitoring Even Klub J di Hotel Jatra 

Rabu, 16 Februari 2022 - 11:29:53 WIB

Babinsa Kawal Warga Binaan Vaksinasi Booster

Rabu, 16 Februari 2022 - 11:15:41 WIB

Babinsa Dampingi Nakes Gelar Swab Test 

Jumat, 11 Februari 2022 - 10:58:14 WIB

Babinsa Kotabaru Monitoring Vaksinasi di Dua Sekolah Dasar 

Kamis, 10 Februari 2022 - 12:37:02 WIB

Serda Sumarsono Patroli Wilayah di Jalan HOS Cokroaminoto 

Kamis, 10 Februari 2022 - 09:47:48 WIB

Babinsa Monitoring Pendampingan Narasumber  dari Lemhanas 

Rabu, 09 Februari 2022 - 11:56:01 WIB

Edukasi Prokes, Babinsa : Jangan Lengah, Tetap Pakai Masker!

Senin, 07 Februari 2022 - 08:55:34 WIB

Serka Agus Purwanto Berikan Edukasi Prokes di Jalan Agussalim

Minggu, 06 Februari 2022 - 11:42:14 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+