Rabu, 25 Februari 2026 - 18:33:03 WIB

Pemerataan Akses Pendidikan Bagi Anak Terus Dilakukan, Pemko Pekanbaru Benahi SPMB

Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar

PEKANBARU -- Pemerintah Kota Pekanbaru sedang melakukan penyempurnaan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Langkah ini bertujuan untuk memastikan semua anak di Pekanbaru mendapatkan akses pendidikan yang sama.

SPMB ini dibuat sebagai jawaban nyata terhadap masalah lama terkait penerimaan siswa yang masih menciptakan ketidakadilan dalam akses pendidikan dan potensi anak-anak yang terpaksa putus sekolah.

"Kami sudah memperkenalkan SPMB lebih awal. Selanjutnya, sistem ini akan diselesaikan dan diumumkan melalui Surat Keputusan Wali Kota, serta akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan," ujar Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, setelah memimpin rapat koordinasi SPMB untuk tahun 2026, Rabu 26 Februari 2026.

Menurutnya, salah satu tujuan utama dari SPMB adalah menyelesaikan masalah di daerah-daerah yang selama ini sulit untuk mengakses sekolah negeri maupun sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah.

Pemerintah Kota Pekanbaru ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal hanya karena kendala zonasi atau kapasitas sekolah.

Selama ini, Pemko Pekanbaru sering melakukan pencarian untuk mendata anak-anak yang tidak tertampung di sekolah, lalu mereka dibantu dengan tambahan rombongan belajar. Namun, cara tersebut dianggap kurang efektif dan reaktif.

"Dengan sistem ini, kami telah melakukan simulasi. Kami berharap, saat sistem ini diterapkan, semua anak bisa langsung terakomodasi tanpa perlu lagi mencari anak putus sekolah," jelasnya.

SPMB akan mencakup berbagai jalur penerimaan, mulai dari jalur tempat tinggal, jalur prestasi, hingga jalur afirmasi. Skema ini dirancang agar semua calon siswa memiliki kesempatan yang seimbang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Markarius menyebutkan, berdasarkan data dari pemerintah, masih ada kekurangan rombongan belajar, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Ketimpangan antara jumlah lulusan dari sekolah dasar dan kapasitas SMP menjadi tantangan utama.

Untuk mengatasi kekurangan ini, Pemko Pekanbaru menjalin kemitraan dengan sekolah swasta. Saat ini, sekitar 21 SMP swasta telah bergabung dalam skema kemitraan, dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.

"Kami terus membuka peluang kerja sama dengan sekolah swasta lainnya agar semua peserta didik dapat tertampung," ujarnya.

Ia menambahkan, merespons kekhawatiran orang tua mengenai kualitas sekolah swasta, pemerintah memastikan bahwa standar mutu tetap menjadi prioritas. Pemko Pekanbaru telah berkoordinasi dan mencapai kesepakatan dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan untuk memastikan kualitas sekolah-sekolah swasta yang bermitra dalam program ini.

"Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi orang tua yang anaknya akan ditempatkan di sekolah swasta terdekat. Insyaallah kualitasnya terjamin. Jadi orang tua tidak perlu khawatir jika anak mereka harus bersekolah di swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah," tuturnya.

Melalui pola SPMB ini, Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan tidak ada lagi anak yang terlewat dari sistem pendidikan.

"Sistem ini bukan sekadar pembaruan administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan," tutupnya.(NR)

Berita terkini

TICMI dan UMRI Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan Pasar Modal

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

UMRI Miliki Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

378 Mahasiswa Peserta KKN STIE-I Resmi Dilepas

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tahun ini Gedung Unisi Akan Difungsikan

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tak Ada Jembatan, Saban Hari Pelajar Seberangi Sungai

Rabu, 22 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Fakultas Teknik Universitas Asahan Kunjungi Fakultas Teknik UIR

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Komitmen UR Terhadap Pemeliharaan Lahan Gambut Riau

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

SMPN 30 Pekanbaru Optimis Raih Akreditasi A

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

UKK SMK MUTU, Algafar: Dua Jurusan Dipercepat

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

76 Orang ASN UR Ikuti Tes Promosi Jabatan

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Anak Tukang Becak Ini Jadi Mahasiswa ITB dengan IPK 4,0

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Universitas Riau Peringkat ke-8 Versi “Webometrics”

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kadisdik Kuansing Kaget Dana Sertifikasi Guru Sudah Habis

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UR Panen Raya Ikan di “Waduk Selais” UR

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UIR Buka KNTSP 2017, 38 Makalah di Presentasikan

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sulit Berkembang, Kampus Swasta Diminta untuk Merger

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+