Selasa, 15 Juli 2025 - 19:49:37 WIB

Giatkan Pertanian Ramah Lingkungan

Mahasiswa Kukerta UNRI 2025 Gelar Workshop Pestisida Nabati di Desa Sipungguk

Mahasiswa Kukerta Unri 2025 foto bersama dengan peserta dan undangan usai sosialisasi dan workhsop.

Riaupunya.com— Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Tematik Literasi 2025 sukses menggelar sosialisasi dan workshop pembuatan pestisida nabati di Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Riau, pada Sabtu (12/07/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa terhadap praktik pertanian
berkelanjutan dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable
Development Goal (SDG’s), terutama poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan).

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat pertanian. Yakni, Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok tani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Salo.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para petani memperoleh pengetahuan praktis
tentang cara membuat dan menggunakan pestisida nabati yang efektif, murah, dan
aman bagi lingkungan,” ujar Dadan Hermawan, Ketua Kelompok Kukerta UNRI.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa memperkenalkan pestisida nabati berbahan
dasar daun sungkai (Peronema canescens) tanaman lokal yang melimpah di Desa
Sipungguk.Daun sungkai terbukti mengandung senyawa aktif seperti flavonoid,
saponin, tanin, alkaloid, dan terpenoid yang efektif sebagai insektisida alami seperti
wereng, walang sangit, dan ulat grayak.

Pestisida nabati menawarkan solusi ramah lingkungan, karena bersifat mudah
terurai, tidak beracun bagi manusia maupun serangga non-target, dan meminimalkan risiko resistensi hama.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam
mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia yang dapat mencemari tanah dan air, sekaligus menjaga keanekaragaman hayati di lahan pertanian. Melaluidemonstrasi langsung, peserta diajak mempraktikkan mulai dari pemilihan bahan, pengeringan, hingga pencampuran bahan untuk menghasilkan pestisida alami yang siap digunakan.

Rahmat, Ketua Kelompok Tani Desa
Sipungguk, mengungkapkan rasa terima kasih dan antusiasmenya. “Kami dari petani mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Kukerta UNRI 2025. Dengan adanya kegiatan sosialisasi pestisida nabati ini, tentu kami mendapat ilmu baru. Selama ini kami biasa menggunakan pestisida kimia, tapi setelah dijelaskan kekurangannya, kami jadi lebih terbuka untuk mencoba alternatif alami seperti daun sungkai, apalagi bahan ini sangat mudah didapat,” ujarnya.

Ia juga berharap silaturahmi antara mahasiswa dan petani tetap terjalin meskipun masa Kukerta telah usai.

Senada dengan itu, Ibu Riani, Kepala BPP Kecamatan Salo, menyampaikan
harapannya agar kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak kelompok tani.

“Kegiatan ini sangat bagus dan bisa diterapkan di anggota kelompok tani ibu. Hanya saja ke depannya bisa lebih baik jika melibatkan seluruh 10 kelompok tani yang ada di Desa Sipungguk, agar manfaatnya lebih luas,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Ketua KWT, Ibu Murhamia, yang merasa terbantudengan edukasi baru ini. “Selama ini ibu-ibu tidak tahu kalau daun sungkai bisa dijadikan pestisida. Terima kasih kepada adik-adik Kukerta yang sudah berbagiilmu,” ujarnya.

Ia juga mendorong para petani untuk mencoba membuat pestisidaalami secara mandiri sebagai bentuk penghematan biaya dan pelestarian lingkungan.Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti daun sungkai, mahasiswa UNRImengajak masyarakat untuk berinovasi dalam menghadapi tantangan pertanian, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. (***/RP4)

Berita terkini

Unilak Tuan Rumah Kursus Dinas staf Menwa

Sabtu, 28 September 2019 - 22:50:30 WIB

Sempena Milad ke-57, UIR Luncurkan Dua Buku

Sabtu, 28 September 2019 - 14:20:36 WIB

Profesor dari Jerman isi Kuliah Umum di Prodi Elektro Unilak

Sabtu, 28 September 2019 - 09:00:58 WIB

Milad ke-57 UIR Dimeriahkan Beragam Lomba

Jumat, 27 September 2019 - 21:05:51 WIB
Yudisium Fakultas Hukum UIR

Egy Primatama Raih IPK Tertinggi

Selasa, 24 September 2019 - 11:55:21 WIB

10 Jurnal di Unilak Terakreditasi Kemenristek Dikti

Sabtu, 21 September 2019 - 05:15:32 WIB

Ketua PKK Kampar Minta Jaga Masa Depan Anak dari Sekarang

Kamis, 19 September 2019 - 05:45:18 WIB

Buka PKKMB dan MASTA 2019, ini pesan Rektor Umri

Senin, 16 September 2019 - 11:55:40 WIB

Akademisi Unilak Dorong Pengembangan Ekspor UMKM di Riau

Senin, 09 September 2019 - 10:40:10 WIB

Wakil Rektor III Doakan Mahasiswa Baru Unilak Berprestasi

Minggu, 08 September 2019 - 18:55:49 WIB

Proposal Pengabdian Hibah Dikti, LPPM UIR Gelar Coaching Klinik

Minggu, 08 September 2019 - 08:30:46 WIB

PKM UMRI adakan Pembinaan di KUBE Berkat Yakin Desa Merangin

Sabtu, 07 September 2019 - 13:45:00 WIB

Rektor: Mahasiswa Baru Mampu Mempercepat Unilak Unggul

Sabtu, 07 September 2019 - 13:00:31 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+