Jadi Magnet Baru bagi Mahasiswa Asing, Tujuh Negera Kirim Warganya Kuliah di Umri
PEKANBARU (Riaupunya.com) -- Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) semakin memperkuat posisinya sebagai kampus yang inklusif dan mendunia. Tahun ini, sebanyak 42 mahasiswa asing dari tujuh negara resmi mendaftar untuk menempuh pendidikan di kampus Unggul tersebut.
Mahasiswa asing itu datang dari beberapa negara di Asia Tenggara dan Afrika. Beberapa di antaranya adalah Kamboja, Filipina, Nigeria, Kenya, Zambia, Senegal, dan Somalia. Mereka tertarik pada sistem pendidikan Umri karena tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada nilai-nilai Islam dan moralitas yang baik.
Wakil Rektor III Umri, Dr. Jufrizal Syahri MSi, mengatakan bahwa banyaknya mahasiswa internasional yang mendaftar menunjukkan bahwa dunia percaya pada Umri sebagai sekolah tinggi yang terpercaya.
"Kami ingin menghadirkan atmosfer pendidikan yang berkualitas, Islami, dan berwawasan global. Umri terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar dan berkembang bersama," ujar Jufrizal, Kamis 10 Juli 2025.
Tak hanya soal akademik, Umri juga dikenal dengan pendekatan pendidikan yang holistik. Mahasiswa tidak hanya diajak unggul secara intelektual, tetapi juga disiapkan menjadi pribadi berakhlak dan berkontribusi bagi peradaban.
Menurut Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama (KUIK) Umri, Pahmi MA., Umri menyiapkan program orientasi khusus bagi mahasiswa internasional. Salah satunya berupa kursus Bahasa Indonesia selama dua bulan penuh sebelum perkuliahan dimulai.
"Ini penting agar mereka bisa berinteraksi dengan dosen dan teman-teman lokal secara nyaman. Kami ingin proses adaptasi berjalan lancar," jelas Pahmi.
Mahasiswa asing yang telah dinyatakan lolos seleksi akan mulai masuk lebih awal, sebelum tahun akademik reguler dimulai.
Internasionalisasi di Umri bukan sekadar jargon. Dari seleksi ketat, sistem pembinaan berkelanjutan, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri, semua dijalankan dengan serius. Umri ingin menjadi kampus masa depan yang mampu menjembatani pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai ke-Islaman untuk dunia yang lebih baik.
Langkah ini juga membuktikan bahwa Pekanbaru, sebagai kota pendidikan, makin dikenal luas di kancah internasional. Keberadaan mahasiswa asing di Umri menjadi bukti bahwa Riau punya daya saing global dalam bidang pendidikan.**










































