Muskot ke-3, Dwi Agus Sumarno Pimpin IPSM Kota Pekanbaru
Riaupunya.com (PEKANBARU) -- Aklamasi, Dwi Agus Sumarno dipercaya pimpin Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Pekanbaru masa Bhakti 2022-2027. Dwi dipercaya memimpin IPSM melalui Musyawarah Kota (Muskot) ke-3 Rabu 18 Mei 2022, pasca terjadinya kekosongan jabatan Ketua IPSM yang di tinggalkan Sukino.
Sukino menjabat selama dua Priode (2013-2018) dan (2018-2023), pada tahun 2021 terpilih menduduki jabatan Ketua IPSM Provinsi Riau Priode 2021-2026. Sesuai kesepakatan bersama maka dibentuklah panitia Muskot yang menghasilkan kesepakatan bersama menunjuk Saharudin, sebagai ketua Panitia.
Muskot IPSM yang dilaksanakan di lantai 3 Delta room Alfa Hotel Pekanbaru tersebut di buka langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kota Pekanbaru H Idrus.
Dalam sambutannya saat membuka acara Kadis Sosial menyampaikan apresiasinya atas kinerja PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) Kota Pekanbaru yang telah berbuat untuk masyarakat Kota Pekanbaru baik yang hadir maupun yang belum bisa hadir saat ini.
"Atas nama Pemko Pekanbaru kami sangat mengapresiasi PSM yang sudah melaksanakan tugasnya dengan iklas tanpa pamrih, semoga dengan terpilihnya Ketua baru nanti akan bisa lebih maksimal lagi kinerja untuk kedepannya," kata Idrus.
Aklamasi
Usai acara pembukaan dilanjutkan dengan agenda pemilihan Ketua, Supriyadi yang di tunjuk sebagai stering komite dengan cepat bergerak untuk pemilihan Ketua. Dengan balon Ketua hanya satu orang yakni Dwi Agus Sumarno, maka secara aklamasi terpilihlah mantan Kadis PUPR Riau itu Ketua IPSM Kota Pekanbaru.
Dalam sambutan awalnya pasca dipercaya atau terpilih menjadi ketua IPSm Kota Pekanbaru, Dwi mengatakan akan melanjutkan program program ketua sebelumnya baik yang sudah berjalan ataupun yang sedang berjalan sampai saat ini.
"Terimakasih atas kepercayaan ini,insyaallah saya akan jaga amanah ini dan saya menghimbau kepada semua PSM yang bertugas di jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru untuk saling bekerja sama dalam mewujudkan program program Kemensos, terutama program program yang langsung bersentuhan terhadap kelangsungan hajad hidup masyarakat, samakan pemikiran dan buang ego pribadi agar kekompakan tetap terjalin dan terbina," tutup Dwi. (rls/nik)










































