Kamis, 27 Mei 2021 - 14:45:41 WIB

Ekonomi Syariah Pendorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Riaupunya.com -- Bank Syariah Indonesia optimis bahwa keberadaan ekonomi syariah menjadi salah satu pendorong pemulihan ekonomi nasional. Hal ini ditunjang oleh integrasi aspek komersial dan sosial yang diterapkan oleh Bank Syariah dan menjadi model dalam membangun resiliensi ekonomi berbasis ekosistem halal.

Chief of Economist PT. Bank Syariah Indonesia Tbk Banjaran Surya Indrastomo menyampaikan pertumbuhan ekonomi 2021 diperkirakan akan dekati 5 persen.

“Kebijakan fiskal countercyclical, meningkatnya mobilitas masyarakat dan momen Ramadan menjadi growth driver pada kuartal mendatang. Selain itu, akselerasi peningkatan ZISWAF diharapkan dapat dioptimalkan sebagai instrumen safety net untuk membangun ketahanan ekonomi umat,” ucapnya.

Menurut Surya, pertumbuhan ekonomi makro pada kuartal 2 ini didorong oleh berbagai faktor diantaranya pemulihan konsumsi masyarakat, percepatan program vaksinasi, insentif pajak kendaraan bermotor, serta rencana penerapan kegiatan belajar mengajar secara luring pada tahun ajaran baru.

“Berbagai langkah dan strategi untuk pemulihan ekonomi nasional telah dilakukan. Pemerintah telah mendorong pemulihan ekonomi melalui berbagai program diantaranya dengan meningkatkan belanja pemerintah serta akselerasi implementasi program PEN. Dengan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional di sektor kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, subsidi UMKM dan subsidi korporasi sebesar Rp155,63 triliun. (Data kementerian koordinator perekonomian),” tuturnya.

Surya menambahkan, di sektor perbankan sendiri, OJK telah memberikan stimulus relaksasi PPnBM untuk pembiayaan kendaraan baru, DP 0% untuk property dan fokus membangun industri UMKM melalui digitalisasi transaksi di berbagai platform e-commerce.

“Generasi milenial sebagai digital native diprediksi menjadi agen penggerak untuk pertumbuhan ekonomi berbasis digital melalui pola konsumsi yang unik di platform media sosial, aplikasi dan online,” katanya dalam acara economic outlook bersama BSI secara virtual, Kamis 27 Mei 2021.

Hingga saat ini, BSI terus memperkuat layanan digital. Konsistensi ini berhasil mendorong peningkatan volume transaksi kanal digital BSI yang tercatat mencapai Rp40,85 triliun pada Maret 2021. Kontribusi terbesar volume transaksi tersebut berasal dari layanan BSI Mobile yang naik 82,53% secara tahunan (yoy).

Dari sisi aspek sosial, ZIS sebagai instrumen syariah memiliki peran penting sebagai instrumen pemerataan pendapatan dan jaring pengaman sosial. Bank Syariah Indonesia bersama BAZNAS berkomitmen untuk meningkatkan optimalisasi zakat melalui penghimpunan dan penyaluran ZIS, kerjasama perbankan dan layanan counter untuk BAZNAS di seluruh Indonesia, kerjasama fitur smart donation, co-branding dan program promo, layanan standing instruction bagi nasabah untuk pembayaran ZIS, kerjasama layanan perbankan zakat ASN, kerja sama publikasi dan peningkatan literasi layanan ZISWAF dan kerjasama penyaluran zakat serta penyaluran CSR. (nik)

Berita terkini

Seskoau Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Tahap II

Senin, 15 Maret 2021 - 16:10:31 WIB

Wagub Jabar Tinjau Pelaksanaan Kiai dan Ulama di Karawang

Senin, 15 Maret 2021 - 13:55:01 WIB

Babinsa Sukaramai Monitoring Pelaksanaan Vakisinasi

Kamis, 15 Juli 2021 - 12:15:35 WIB

Legislator Dorong Pemprov Jabar Operasikan Dua TPPA

Selasa, 09 Maret 2021 - 13:30:09 WIB

Kerjasama dengan BPPT, Jabar Terus Kembangkan Teknologi

Selasa, 09 Maret 2021 - 14:05:03 WIB

TPK Hotel oleh Wisatawan Menurun di Jabar

Kamis, 04 Maret 2021 - 08:20:23 WIB

Februari 2021, NTP Jabar Alami Penurunan 0,21 Persen

Rabu, 03 Maret 2021 - 08:50:12 WIB

Babinsa Ajak Warga Sukseskan Program Vaksinasi

Rabu, 14 Juli 2021 - 08:10:48 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+