Kamis, 14 Januari 2021 - 07:45:40 WIB

Bos Signal Buka-bukaan Respon Ribut Kasus WhatsApp

RIAUPUNYA-- Pendiri Signal Brian Acton angkat bicara terkait kebijakan data WhatsApp dan Facebook yang berujung polemik. Ia menyatakan, saat ini tengah berlangsung kemarahan pengguna akibat kesewenangan pihak WhatsApp. Kini banyak pengguna yang beralih ke aplikasi pesan lain seperti Telegram atau Signal.

Dikutip dari TechCrunch, Acton yang kini duduk sebagai ketua eksekutif perusahaan itu mengatakan bahwa pengguna Signal kini telah 'meledak' dalam beberapa pekan terakhir.

"Peristiwa terkecil membantu memicu hasil yang besar. Kami juga senang dapat melakukan percakapan tentang privasi online dan keamanan digital. Orang-orang beralih ke Signal sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut " ujar Acton yang merupakan pendiri WhatsApp itu.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, bahwa ini merupakan momentum besar bagi Signal yang Ia dirikan pada tahun 2018 untuk bersinar dan memberikan orang alternatif pilihan dalam menggunakan media sosial.


"Itu merupakan luka bakar yang lambat selama tiga tahun, kemudian terjadi ledakan besar. Sekarang roketnya meluncur, "katanya.

Peristiwa yang disinggung Acton adalah perubahan terbaru dalam kebijakan berbagi data yang diungkapkan oleh WhatsApp, sebuah aplikasi yang melayani lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia.

Acton mengatakan, WhatsApp bergulat dengan menggabungkan fitur-fitur monetisasi sambil alih-alih tetap melindungi privasi pengguna. Namun kebijakan barunya itu malah memaksa WhatsApp untuk memberikan penjelasan sebenarnya.

Ia tidak mengungkapkan berapa banyak pengguna Signal dalam beberapa pekan terakhir ini. Akan tetapi Ia mengatakan, aplikasi tersebut saat ini berada di jajaran peringkat atas App Store di 40 negara, dan peringkat atas 18 negara untuk Google PlayStore.


Berdasarkan data, Signal memiliki sekitar 20 juta pengguna aktif bulanan secara global pada akhir Desember 2020 dan dikabarkan aplikasi itu diunduh lebih dari 7,5 juta kali antara Januari 6 dan 10 Januari.

Sejak diluncurkan pada tahun 2018 silam, signal berjanji tidak akan menjual data penggunanya dan tidak akan menampilkan iklan kepada penggunanya.

Ia juga mengatakan, bisnis model ini hanya memiliki staf di bawah 50 orang. Hal ini dapat menghemat pengeluaran operasional dari dana yang diberikan oleh sumbangan yayasan.

Acton mengatakan di tahun-tahun mendatang, Ia akan menanyakan kepada tim, apakah mereka ingin mengerjakan produk email dan penyimpanan atau tidak. Tetapi dia mengatakan fokusnya saat ini tetap pada aplikasi perpesanan.

Berita terkini

Rohul KLB DBD, Petugas Dinkes Tetap Bekerja di Hari Libur

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pencegahan Karlahut Dilakukan Sedini Mungkin

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BNPB sebut Ancaman Karlahut 2017 Jauh Lebih Besar

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

CCTV Pemantau Lahan Masuk Pergub Rencana Aksi

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Pimpin Apel Siaga Darurat Bencana Asap

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Plt Sekda Bengkalis Minta Kabel Serat Otik Segera Dipasang

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BLH Inhil Rutin Pantau Kebersihan Kota

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala Rutan Dumai Silaturrahmi ke Disnakertrans Dumai

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Istana Tegaskan tak Pernah ada Perintah Untuk Sadap SBY

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Desember 2016, Ekspor Riau Naik 9,21 persen

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

2021, Meranti Targetkan Swasembada Beras

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Minggu Ke Empat, Kasus DBD Naik 39 Kasus

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Januari 2017, Riau Inflasi 1,46 Persen

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+