Jumat, 20 Desember 2019 - 11:30:26 WIB

Percepatan Unilak Unggul LPPM undang Direktur Riset Dan Pengabdian Masyarakat Ristekdikti

Riapunya.com -- Universitas Lancang Kuning (Unilak) yang dipimpin oleh Rektor Unilak Dr.Junaidi.SMS.M.Hum terus melakukan percepatan untuk mewujudkan Unilak unggul, salah satunya dengan mengundang Direktur Riset Dan Pengabdian masyarakat Kemenristek,Prof Ocky Karna Radjasa.MSc.PhD, untuk memberikan pelatihan peningkatan penelitian dan pengabdian dosen,Jumat 20 Desember 2019.

Turut hadir ketua yayasan pendidikan Raja Ali Haji Prof Dr.Irwan Effendi, Wakil Rektor II Ermina Sari STP MSc, para Dekan dan dosen di lingkungan Unilak.

Dr Junaidi diawal sambutannya mengatakan, Civitas akademika Unilak patut bersyukur, LPPM Unilak naik peringkat dari madya ke utama yang diberikan oleh Ristekdikti, tentunya ini menjadi tantangan lebih besar dan perlu menyiapkan diri di Unilak.

"Hari ini Prof Ocky hadir untuk memberikan bekal kepada kita dalam hal riset dan penelitian.Prof Oky akan banyak memberikan penjelasan, publikasi harus mutlak ditingkatkan di jurnal-jurnal ber iputasi. Untuk itu saya sudah menyetujui akan memberikan bantuan publikasi jurnal di Scopus yang memiliki kualitas Q 1 senilai 7 juta, Q2 6 juta. Q3 5 juta. Unilak membantu biaya publikasi, sementara untuk konfresi silahkan dianggarkan bantuan di masing masing Fakultas. Unilak juga membantu penerbit buku bagi dosen Dosen Unilak,"sebut Rektor.

Scopus dalam menilaijurnalmembuat klusterisasi kualitasjurnaldengan istilah Quartile, dengan 4 Quartile, yaituQ1, Q2, Q3 dan Q4. DimanaQ1adalah kluster paling tinggi atau paling utama dari sisi kulitasjurnaldikuti Q2, Q3 dan Q4 dibawahnya.

Sementara, Prof.Ocky dalam pemaparannya menyebutkan, bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang besar, jika dari segi jumlah perguruan tinggi, total perguruan tinggi di Indonesia ada 4700 kampus, yang dibawah Ristek ada lebih dari 3400, sisanya 1300 ada diluar Dikti.

Sementara jumlah peneliti di Indonesia masih jauh, jika di Korea ada 18000 peneliti/1 juta penduduk, maka di Indonesia 1018 penelitian/1 juta penduduk. Maka ini harus terus dorong jumlahnya.

Dijelaskan lebih lanjut dengan LPPM Unilak naik peringkat maka peluang mendapatkan anggaran akan semakin besar, Ristek ditelah membantu 15 Milyar pertahun untuk Dosen Dosen di Indonesia maka dari itu harus ditingkatkan kualitas dan kwalitas jumlah proposal.

Prof.Ockyz menambahkan, saat ini Indonesia merupakan peringkat pertama di Asean dalam hal publikasi dengan jumlah 30.924 dan ini bisa di raih setelah 60 tahun. (rls)

Berita terkini

Ini Harapan Alumni ke Rektor Unilak yang akan Dilantik

Minggu, 03 November 2019 - 17:10:14 WIB

HSBC Indonesia Gelar Kuliah Umum di Unilak

Jumat, 01 November 2019 - 13:30:39 WIB

Mahasiswa UIR Kuasai Beberapa Nomor di Kompetisi EA III 2019

Minggu, 27 Oktober 2019 - 02:25:22 WIB

Enam Finalis UIR Presentasikan Usaha di EA 2019

Jumat, 25 Oktober 2019 - 13:35:17 WIB

Tiga Mahasiswa FH Unilak Berprestasi Tingkat Nasional

Rabu, 23 Oktober 2019 - 18:20:23 WIB

128 Mahasiswa Unilak Terima Beasiswa PPA

Rabu, 23 Oktober 2019 - 16:00:16 WIB

74 Penerima Beasiswa Bidik Misi UIR Ikuti Pembinaan

Senin, 21 Oktober 2019 - 18:00:12 WIB

Puluhan Kreator Seni dan Musik Unjuk Kebolehan di FKIP UIR

Jumat, 18 Oktober 2019 - 19:10:34 WIB

Rektor Unilak Resmikan Pembangunan Gedung Baru Pascasarjana

Senin, 21 Oktober 2019 - 17:20:03 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+