Sabtu, 25 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Warga Sakai Tutup Akses ke Water Park Hutahaean Group di Duri

Riaupunya.com -- Pembangunan Water Park bertaraf Nasional yang digesa oleh Hutahaean group di Jalan Swadaya, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Bengkalis sejak tiga tahun lalu tampak sedikit terkendala oleh aksi puluhan masyarakat Sakai yang menutup akses Jalan menuju ke lokasi pembangunan tersebut dikarenakan dianggap telah melakukan pelecehan dan pembodohan oleh Chief Perusahaan, M. Arsyad.

Hal tersebut diungkapkan oleh tokoh Adat Sakai, H. Siantar yang juga Ketua Sakai Bathin Selapan, Riau." Ucapan pihak perusahaan sangat menyinggung perasaan kami dengan pernyataannya kami tidak ada hak mengetahui jika ada penerimaan karyawan dalam pembangunan proyek Water Park ini dan janji perusahaan untuk melaksanakan denda adat ternyata tidak hanya sebatas angin surga saja,"ujarnya.

Dikatakan Siantar, atas ulah perusahaan tersebut, pihaknya meminta agar pemerintah memeriksa perizinannya dan pemerintah agar bertindak tegas." Kami akan tetap menutup akses ini sampai ada itikad baik dan komitmen dari PT Hutahaean group,"tegas Siantar didampingi puluhan pemuda Sakai saat pemasangan portal jalan dan mendirikan tenda di badan Jalan Swadaya sebagai akses masuk mobil pembawa material pembangunan water park perusahaan tersebut, Sabtu 25 Februari 2017.

Terpisah, Kuasa Hukum PT Hutahaean Group, Marnalom Hutahaean saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya mengatakan jika jawabannya sudah ada melalui salah seorang wartawan harian lokal riau yang bertugas di Kota minyak Duri. Namun sayang, saat dihubungi melalui telepon genggam wartawan yang dimaksud berulang kali tak kunjung tersambung.

Sebagaimana dijelaskan Ketua Bathin Sakai Bathin Selapan, Riau tersebut, berawal dari penerimaan karyawan pembangunan Water Park bertaraf nasional itu. Dalam prosesnya, Chief PT Hutahaean, M Arsyad mengatakan jika Sakai tidak tidak harus mengetahui informasi penerimaan karyawan dan saat diklarifikasi akan pernyataan itu, pihak perusahaan menyetujui kesepakatan dan bersedia membayar denda adat dengan duduk makan bersama.

Namun di hari yang telah disepakati, ternyata pihak perusahaan Hutahaean group tidak pernah menampakkan batang hidungnya, apalagi melaksanakan kesepakatan tersebut dan hal tersebut yang menjadikan alasan Sakai selaku masyarakat tempatan merasa dilecehkan dan dibodohi hingga terjadi aksi penutupan akses jalan tersebut.

Sumber: Riauterkini.com

Berita terkini

Rohul KLB DBD, Petugas Dinkes Tetap Bekerja di Hari Libur

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pencegahan Karlahut Dilakukan Sedini Mungkin

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BNPB sebut Ancaman Karlahut 2017 Jauh Lebih Besar

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

CCTV Pemantau Lahan Masuk Pergub Rencana Aksi

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Pimpin Apel Siaga Darurat Bencana Asap

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Plt Sekda Bengkalis Minta Kabel Serat Otik Segera Dipasang

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala BLH Inhil Rutin Pantau Kebersihan Kota

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kepala Rutan Dumai Silaturrahmi ke Disnakertrans Dumai

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Istana Tegaskan tak Pernah ada Perintah Untuk Sadap SBY

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Desember 2016, Ekspor Riau Naik 9,21 persen

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

2021, Meranti Targetkan Swasembada Beras

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Minggu Ke Empat, Kasus DBD Naik 39 Kasus

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Januari 2017, Riau Inflasi 1,46 Persen

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Maret, Jalan Tol Pekanbaru Mulai Digesa

Rabu, 01 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial