Sabtu, 12 Oktober 2019 - 11:25:27 WIB

Pertama di Indonesia

Tim Riset Unilak Berhasil Menciptakan Aplikasi Parameter Wisata Halal

Riaupunya.com -- Pariwisata halal telah menjadi fenomena di berbagai negara. Tidak saja di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim, sejumlah negara non-Muslim seperti Jepang, Thailand, Taiwan dan beberapa negara lain, juga berupaya untuk mengisi segmen pasar baru di industri pariwisata global.

Peluang ini dimanfaatkan melalui sinergi peneliti lintas bidang ilmu di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Pekanbaru. Dengan diketuai oleh Dr. Junaidi (Ilmu Budaya) dan beranggotakan Afred Suci, M.Si, (Pemasaran), Satria Tri Nanda, M.Si, (Akuntansi), Dr. Bagio Kadaryanto (Hukum) dan dibantu oleh Lucky Lhaura, M.Kom (Ilmu Komputer), tim ini berhasil membuat terobosan dalam bidang pariwisata halal.

Memanfaatkan dana hibah penelitian strategis nasional dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia tim ini berhasil merumuskan cetak biru penilaian standarisasi wisata halal, untuk tiga sektor terkait yaitu hotel, restoran dan objek wisata.

Dr.Junaidi saat temui, Sabtu 12 Oktober 2019 mengatakan, selama ini diketahui belum ada parameter standar untuk mengklasifikasikan tingkat penenuhan unsur-unsur halal dalam operasional pariwisata. Padahal, pariwisata halal saat ini telah menjadi salah satu program inti pemerintah untuk mampu menggenjot devisa.

"Kendalanya adalah para pelaku usaha wisata, belum memiliki panduan yang terstandarisasi untuk mampu mengadopsi dan menyesuaikan operasionalnya agar sejalan dengan prinsip-prinsip halal," jelas Junaidi.

Lebih lanjut, tidak hanya cetak biru, tim juga bergerak lebih jauh dengan menciptakan prototipe aplikasi berbasis android bernama Parameter Wisata Halal yang bisa diakses secara gratis di Google Playstore. Dengan aplikasi ini, maka para pelaku usaha wisata di sektor hotel, restoran dan objek wisata, bisa melakukan evaluasi mandiri (self-assessment) untuk mengetahui sejauh mana operasional mereka telah dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan turis Muslim.

Nantinya, aplikasi ini diharapkan dapat disambut dan disinergikan dengan program pemerintah dan asosiasi pariwisata, sehingga kedepannya bisa dibentuk sebuah lembaga formal yang dapat melakukan akreditasi dan sertifikasi pariwisata halal di Indonesia.

Namun memang, aplikasi ini masih berupa prototipe, sehingga masih perlu dilakukan perbaikan dan sejumlah pengembangan fitur yang bisa mengakomodir berbagai kebutuhan operasional wisata halal.

"Terlebih lagi, aplikasi ini merupakan yang pertama di Indonesia, dan mungkin menjadi salah satu pionir di dunia, dimana dimensi penilaiannya bisa dilakukan di tiga sektor pariwisata sekaligus. Prototipe aplikasi parameter wisata halal Unilak, baru-baru ini telah disimulasikan di hotel, restoran dan objek wisata yang ada di kota Pekanbaru. Hasilnya cukup menggemberikan dan sangat membantu pelaku usaha wisata untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan turis dan pelanggan muslim," sebut Wakil Rektor I Unilak ini.

Selain itu, parameter dan aplikasi ini memiliki diferensiasi yang meringankan para pelaku usaha wisata dalam memenuhi fitur-fitur halal dalam operasionalnya. Parameter ciptaan tim riset Unilak ini, tidak mendikotomikan operasional dalam terminologi peringkat kehalalan.

Hal ini perlu dihindari karena hingga saat ini masih ada skeptisme dan resistensi di kalangan pelaku usaha wisata dengan istilah, halal, non-halal, halal peringkat atau bintang satu, dua tiga dan seterusnya. Aplikasi parameter wisata halal ini mengambil solusi dengan cara mengklasifikasikannya kedalam empat segmen yakni konvensional plus, Muslim-friendly, halal-oriented dan Syariah/Islami.

Dengan metode ini, maka tidak ada pengelompokkan baik dan buruk dalam operasional halal. Yang ada adalah, pelaku usaha wisata bisa memilih di segmen mana mereka ingin masuk memenuhi kebutuhan pasar wisata halal.

"Pelaku usaha bisa menyesuaikan segmennya dengan kemampuan dan kebijakan manajemen masing-masing, dan bagi tamu juga bisa memilih sedalam apa mereka ingin merasakan pelayanan halal dari sebuah kegiatan wisata,"pungkas Junaidi. (rls)

Berita terkini

Destinasi Wisata Danau Bungsu Menjanjikan

Senin, 05 Agustus 2019 - 22:16:20 WIB

Kabupaten Siak Suguhkan Banyak Tempat Wisata

Selasa, 18 Juni 2019 - 18:15:57 WIB

Kunjungan Wisata di Siak Terus Meningkat

Selasa, 07 Mei 2019 - 12:50:43 WIB

Tim Riset Wisata Halal Unilak FGD di Bandung

Jumat, 03 Mei 2019 - 22:50:20 WIB

Tim Riset Unilak Rancang Standarisasi Wisata Halal

Jumat, 05 April 2019 - 21:55:48 WIB

Taman Burung di Siak Kini Disulap Jadi Taman Bunga

Minggu, 03 Maret 2019 - 18:50:37 WIB

Ternyata di Banten Ada Pulau Mirip Raja Ampat

Jumat, 18 Januari 2019 - 17:20:13 WIB

Begini cara PHW Kembangkan Wisata Kampung Bandar Senapelan

Senin, 14 Januari 2019 - 12:20:18 WIB

Bupati Amril: Pesta Pantai Majukan Perekonomian Rakyat

Selasa, 18 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Festival Pantai Rupat, Bupati : Melestarikan Nilai Budaya

Minggu, 16 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Museum ini Miliki Sejarah Jurnalistik Tanah Air

Rabu, 07 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Serunya Festival Hammock di Buluh Cina

Minggu, 14 Mei 2017 - 00:00:00 WIB

Peserta LKTJ PWI Diminta Kirimkan Naskah Lomba

Rabu, 26 April 2017 - 00:00:00 WIB

Seperti ini Romantis nya Sunset dari Embung Nglanggeran

Minggu, 09 April 2017 - 00:00:00 WIB

Bangun Pariwisata Rohil, Sekda Tawarkan ini

Selasa, 04 April 2017 - 00:00:00 WIB

Indahnya Air Terjun Curug 7 Cilember

Rabu, 29 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Indahnya Taman Sakura di Puncak

Sabtu, 25 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ketika Rombongan Raja Salman Beli Jus untuk Anak-anak

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Menpar Janji Jadikan Wisata Bono Jadi Daerah Ekonomi Khusus

Senin, 27 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Melepas Lelah, Saatnya Santai Sejenak di Sari Ater Subang

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Berkunjung ke Pekanbaru, ini Tujuan Wisman Asal Malaysia

Minggu, 26 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Pemprov Riau Komitmen Kembangkan Destinasi Candi Muara Takus

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Dumai Prioritaskan Pengembangan Dua Wisata Bahari

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial

Hajar Van Dijk, Pivkford Diancam Suporter Liverpool

Hajar Van Dijk, Pivkford Diancam Suporter Liverpool

Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:21:47 WIB
Aktivis: Buzzer Kini tak Efektif, Pemerintah Kerahkan Aparat

Aktivis: Buzzer Kini tak Efektif, Pemerintah Kerahkan Aparat

Selasa, 20 Oktober 2020 - 08:18:40 WIB