Jumat, 19 Mei 2017

Galeri Foto 213 Mahasiswa UMRI Diwisuda



PEKANBARU - Sebanyak 213 lulusan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) dikukuhkan dalam wisuda XII sarjana dan diploma III, Sabtu (13/5/2017). Mereka dikukuhkan langsung oleh Rektor Umri, DR Mubarak MSi disaksikan orangtua dan sejumlah undangan yang hadir.

Dalam wisuda itu, Nova Srianti, dari Prodi Kimia berhasil meraih predikat lulusan terbaik universitas mengungguli ratusan wisudawan lainnya. Atas prestasinya itu, Nova dan sejumlah rekannya yang menjadi pemuncak fakultas menerima selempang yang dipasang Ketua Majelis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah, Prof Lincolin Arsyad.

Dalam sambutannya, Rektor Umri, DR Mubarak MSi menekankan pada perlunya mengembangkan sistem teknologi informasi untuk menghadapi revolusi industri 4.0 di abad 21 ini. Hal itu, terangnya, mendorong Umri terus berbenah dan menghasilkan sistem teknologi informasi yang dimanfaatkan dalam menunjang pendidikan.

Tak hanya itu, Rektor juga menyinggung kecerdasan buatan yang saat ini isunya kembali berkembangan di kalangan pendidikan tinggi. Mubarak menegaskan, Umri tidak ketinggalan dan menjadikan kecerdasan buatan sebagai tantangan.

“Kita punya Fakultas Ilmu Komputer yang dikembangkan secara serius. Dimana khusus fakultas ini didorong menghasilkan mahasiswa yang dapat bisa bersaing dalam hal sistem teknologi informasi,” kata dia.

Disamping itu, Umri juga telah melakukan penyusunan Kurikulum yang kedepannya seluruh bidang ilmu bakal berbasis pada teknologi informasi. Tapi, Mubarak menegaskan bahwa kepintaran buatan bukan segala-galanya. Karena itu luluaan Umri dibekali dengan Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Inilah yang membedakan lulusan Umri dengan perguruan tinggi lainnya.

Sementara itu, Lincolin Arsyad menegaskan bahwa peran PP Muhammadiyah dalam upaya Umri menyikapi revolusi industri lebih pada dukungan semangat dan moral.

“Kami dari majelis Dikti dan Litbang sudah turun ke lapangan untuk mendampingi peningkatan kualitas. Seperti peningkatan akreditasi pasti didampingi. Baik prodi maupun institusinya,” kata dia.

PP Muhammadiyah bersama Kopertis X bersama-sama mengawasi. Artinya Umri dibina secara langsung oleh dua lembaga. Sementara, untuk materi atau pendanaan memang dicari secara mandiri oleh universitas.***

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Religi